SULAWESI BARAT — NEC Personal Computers resmi meluncurkan laptop bisnis flagship terbarunya, LAVIE BM94C. Perangkat ini mengusung material serat karbon untuk mencapai bobot yang sangat ringan, menjadikannya salah satu laptop paling portabel di kelasnya.
Yang menarik, bobot ringan tersebut tidak mengorbankan kapasitas baterai. NEC membekali laptop ini dengan baterai 99,9 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 30,5 jam untuk pemutaran video dan sekitar 50,8 jam dalam kondisi idle berdasarkan standar pengujian JEITA 3.0.
LAVIE BM94C dikembangkan melalui inisiatif bernama Project 999. Tim engineering NEC berupaya menyeimbangkan sasis ultra-ringan dengan baterai besar yang biasanya ditemukan pada laptop bisnis yang lebih berat.
Bodi laptop ini menggunakan serat karbon laminasi kelas aerospace yang dipasok oleh Toray. Panel atasnya juga mengadopsi teknologi inti ultra-ringan untuk meningkatkan kekakuan tanpa menambah bobot. NEC menambahkan lapisan anti-sidik jari dan anti-gores agar perangkat tetap bersih dan awet saat digunakan sehari-hari.
Salah satu fitur andalannya adalah Long Battery Mode, sebuah teknologi berbasis AI yang menganalisis aplikasi yang mengonsumsi daya tidak perlu dan memberikan rekomendasi untuk memperpanjang masa pakai baterai. NEC juga mengklaim teknologi pengisian daya cerdasnya mampu mempertahankan kesehatan baterai sekitar 72,7 persen setelah lima tahun pemakaian rutin.
NEC menyebut pengisian daya selama 30 menit dapat memberikan waktu operasional sekitar delapan jam. Ini berarti pengguna bisa meninggalkan charger di rumah untuk perjalanan bisnis singkat.
Meski bobotnya ringan, LAVIE BM94C tidak mengurangi kelengkapan port. Dua port Thunderbolt 4 memungkinkan koneksi ke monitor eksternal, perangkat penyimpanan, dan aksesori modern tanpa memerlukan adapter tambahan. Port USB 3.2 Gen 2, HDMI, dan Gigabit Ethernet turut tersedia untuk kebutuhan jaringan kabel dan presentasi.
NEC merancang laptop ini untuk profesional yang sering bepergian namun tetap membutuhkan konektivitas setara desktop sepanjang hari kerja. Ini adalah model flagship dari lini bisnis LAVIE terbaru setelah NEC mengintegrasikan operasi komputer komersialnya di bawah satu merek tunggal.
LAVIE BM94C dijual dengan harga mulai 584.100 yen atau sekitar Rp 57 juta. Perangkat ini baru tersedia di pasar Jepang dan belum ada informasi mengenai ketersediaannya di pasar internasional termasuk Indonesia.
Dengan spesifikasi premium dan daya tahan baterai yang luar biasa, laptop ini menyasar eksekutif yang mengutamakan mobilitas ekstrem tanpa kompromi pada performa dan konektivitas. Namun, banderol harganya yang tinggi menempatkannya di segmen ultra-premium yang sangat spesifik.