SULAWESI BARAT — Peluncuran Chery Q di GIIAS 2026 pada Jumat (31/7) menegaskan ambisi Chery untuk menguasai segmen city car listrik di Indonesia. Mobil yang sudah dinanti sejak beberapa pekan terakhir ini hadir dalam dua varian, Pure dan Rizz, dengan banderol mulai Rp 230 jutaan untuk status on the road Jakarta. Angka ini menempatkan Chery Q tepat di tengah persaingan ketat dengan Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5 yang sama-sama menyasar konsumen perkotaan.
Alih-alih mengikuti tren desain minimalis yang kaku, Chery memasang titik-titik jangkar di berbagai sudut kabin. Sistem ini memungkinkan pengguna memasang aksesori tanpa perlu mengelem, mengebor, atau menggunakan suction cup yang merusak estetika dasbor. Built-in holder bawaan pabrik menjadi kunci utama konsep modularitas ini.
Siluet bodinya memadukan sudut mengotak dengan lekukan membulat di beberapa sisi, memberikan kesan kokoh sekaligus playful. Tiga pilihan warna premium—Dusk Purple, Oat Latte, dan Spark White—menegaskan target pasar muda yang mengutamakan ekspresi personal. Ini bukan sekadar city car; ini kanvas untuk kustomisasi.
Chery Q menawarkan rear leg-room 977 mm dan head-room 985 mm—angka yang impresif untuk kelas city car. Kabinnya terasa lega bahkan untuk penumpang dengan tinggi di atas rata-rata. Fleksibilitas ruang menjadi kekuatan utama lewat rear trunk hingga 1.450 liter yang siap menampung koper, stroller, hingga perlengkapan akhir pekan.
Yang menarik, Chery menghadirkan front trunk (frunk) 70 liter dengan drain valve. Fitur ini memungkinkan pengguna menyimpan barang basah atau yang perlu dibersihkan secara terpisah dari kabin utama. Power frunk standar memudahkan akses, ditambah 38 kompartemen penyimpanan di seluruh kabin yang memastikan setiap barang bawaan tetap rapi dan dalam jangkauan.
Chery Q mengklaim daya jelajah hingga 400 km NEDC per pengisian penuh. Angka ini masih perlu diverifikasi dalam kondisi real-world Indonesia—kemacetan Jakarta dan penggunaan AC akan memengaruhi angka aktual. Teknologi fast charging yang mampu mengisi daya 30% hingga 80% hanya dalam 16,5 menit menjadi nilai jual utama, didukung fitur V2L berkapasitas 6,6 kW yang berguna untuk kebutuhan outdoor atau darurat.
Perlu dicatat, klaim 400 km NEDC biasanya lebih tinggi dari hasil tes WLTP atau real-world. Calon pembeli sebaiknya mengantisipasi angka realistis sekitar 300-350 km untuk penggunaan kombinasi. Kami akan melakukan uji jarak tempuh aktual saat unit tes tersedia.
Chery Q dibekali 20 fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang membantu pengemudi meminimalkan risiko dalam berbagai kondisi berkendara. Dukungan Autonomous Parking Assist (APA) dan HD Panoramic Camera 540° memberikan kemudahan saat bermanuver di jalan sempit, area parkir mal, gedung perkantoran, maupun kawasan hunian padat—situasi yang menjadi momok pengemudi city car di kota besar.
Chery Q menawarkan pendekatan segar di segmen city car listrik dengan konsep modular yang benar-benar baru. Ruang kabinnya lapang, fitur keselamatannya lengkap, dan desainnya punya karakter. Namun, harga Rp 230 jutaan menuntut bukti: bagaimana kualitas build-nya setelah pemakaian bulanan, bagaimana performa baterai di iklim tropis, dan apakah layanan purna jual Chery bisa diandalkan.
Mobil ini paling cocok untuk konsumen muda urban yang menginginkan kendaraan fungsional sekaligus ekspresif, dan yang tidak terlalu mementingkan brand image. Untuk mereka yang mencari city car listrik dengan biaya operasional rendah dan fitur lengkap, Chery Q layak masuk daftar pertimbangan—tapi tunggu hasil uji jangka panjang kami sebelum memutuskan.