SULAWESI BARAT — Microsoft mempercepat strategi AI-nya dengan menghadirkan aplikasi all-in-one. Dalam earnings call Rabu (29/1), Nadella mengumumkan bahwa super app Copilot akan merangkum berbagai kemampuan AI yang sebelumnya terpisah-pisah menjadi satu antarmuka terpadu.
Nadella menyebut tiga pilar utama yang akan disatukan: percakapan (chat), pembuatan kode (code), dan agen otonom (agentic capabilities). Frasa "Cowork" dan "Autopilots" yang ia gunakan mengindikasikan transisi dari sekadar asisten percakapan menuju sistem yang bisa bekerja paralel dengan pengguna.
"Copilot berevolusi cepat dari chat ke Cowork ke Autopilots. Kuartal ini, kami menyatukan semua pengalaman Copilot, termasuk code, dalam satu super app," ujar Nadella. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan lompatan besar yang akan dijelaskan lebih detail dalam waktu dekat.
Pengumuman ini muncul tak lama setelah OpenAI meluncurkan super app versi mereka sendiri. Namun, pihak OpenAI secara terbuka mengakui bahwa aplikasi tersebut "kind of a mess" — sebuah pengakuan langka dari perusahaan AI terdepan.
Microsoft tampaknya ingin menghindari jebakan serupa. Daripada meluncurkan produk setengah matang, mereka memilih pendekatan integrasi bertahap. Namun, Nadella sebelumnya juga sempat menyatakan bahwa perusahaan mulai beralih fokus dari aplikasi ke agen AI. Ini menunjukkan bahwa strategi antarmuka AI masih sangat fluktuatif.
Sementara Microsoft dan OpenAI berlomba menciptakan aplikasi serba-bisa, Apple justru menunjukkan sikap berseberangan. Raksasa Cupertino itu konsisten merilis aplikasi-aplikasi spesifik yang terpisah, tanpa tanda-tanda akan menggabungkannya dalam satu super app.
Pertanyaannya: apakah model super app benar-benar cocok untuk ekosistem AI? Ataukah pengguna lebih butuh aplikasi yang fokus dan ringan? Belum ada jawaban pasti — tren antarmuka AI masih terlalu muda untuk dipatok.
Bagi pengguna teknologi di Indonesia, kabar ini patut dicermati. Jika super app Copilot benar-benar meluncur tahun ini, kemungkinan besar akan tersedia dalam bentuk aplikasi mobile dan desktop. Integrasi dengan ekosistem Microsoft 365 yang sudah banyak digunakan di kantor-kantor Tanah Air bisa menjadi nilai tambah besar.
Namun, belum ada informasi mengenai jadwal rilis spesifik, harga langganan, atau ketersediaan fitur di pasar Asia Tenggara. Kita tunggu pengumuman resmi Microsoft dalam beberapa bulan ke depan.