POLEWALI MANDAR — Ketua Komisi I DPRD Polewali Mandar, Rahmadi, meminta setiap camat untuk menghadirkan inovasi dalam rencana kerja tahun depan. Namun, ia menegaskan inovasi itu tidak boleh keluar dari menu program yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Diperlukan inovasi dari setiap camat, namun tidak keluar dari menu yang telah ada. Jika ada program inovasi yang besar manfaatnya bagi masyarakat, anggarannya tentu akan diperjuangkan,” ujar Rahmadi saat memimpin rapat di Polewali Mandar, Rabu (29/7/2026).
Camat Binuang, Andi Saggap, melaporkan bahwa pasar di wilayahnya belum beroperasi optimal. Penyebabnya, tidak tersedia tempat penyimpanan dagangan bagi pedagang pada malam hari.
“Tiap selesai menjual, pedagang harus membawa kembali semua dagangannya sehingga biayanya lebih tinggi,” tutur Andi Saggap di hadapan Komisi I.
Selain itu, objek wisata Batetangga di Kecamatan Binuang belum memiliki regulasi retribusi. Akibatnya, kecamatan tak bisa memungut pendapatan dari sektor tersebut untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Camat Polewali, Masrullah, mengungkapkan keluhan serupa. Menurutnya, pemerintah daerah kerap kalah cepat dibandingkan pihak swasta dalam mengelola tempat wisata.
“Kadang kita baru mau datang, mereka sudah di dalam. Bahkan, ada pengelola yang bilang kalau kita tidak memberikan yang mereka butuhkan ketika baru akan mengelola, kalau sudah ramai baru kita datang,” tukas Masrullah.
Kecamatan Polewali yang memiliki dua pasar besar penyumbang PAD, yaitu Pasar Polewali dan Pasar Pekkabata, juga menghadapi masalah bangunan tua. Masrullah menyebut bangunan pasar sudah ada sejak tahun 90-an sehingga pedagang enggan memanfaatkan los-los yang disediakan.
Persoalan sampah menjadi sorotan Camat Wonomulyo, Samiaji. Ia membandingkan armada pengangkut sampah di wilayahnya yang hanya tiga unit, sementara Kecamatan Polewali memiliki 15 armada.
“Wonomulyo hanya memiliki tiga armada pengangkut sampah. Cuma tiga dibandingkan dengan Polewali yang armadanya sampai 15. Sementara yang kita lihat, sampahnya luar biasa. Ketika tempat pembuangan dibersihkan, sampahnya sampai meluber ke luar,” pungkas Samiaji.
Rahmadi menjelaskan bahwa rapat rencana kerja ini bertujuan untuk me-refresh kondisi di kecamatan tahun sebelumnya. Hasil evaluasi ini akan dijadikan bahan untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masing-masing wilayah.
Rapat dibagi ke dalam beberapa sesi, masing-masing diikuti lima camat, agar analisa permasalahan lebih fokus. Selain soal pasar, wisata, dan sampah, persoalan praktik tambang juga turut dibahas dalam forum tersebut.