Kodim 1418/Mamuju Bangun Jembatan Gantung di Desa Campaloga, Akses Warga ke Layanan Kesehatan dan Ekonomi Terbuka

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 22:05:29 WIB
Personel Kodim 1418/Mamuju bersama warga membangun jembatan gantung di Desa Campaloga.

MAMUJU — Pembangunan jembatan gantung yang dikerjakan personel Kodim 1418/Mamuju bersama warga di Dusun Sidomakmur, Desa Campaloga, terus berjalan sesuai rencana. Progres fisik proyek ini dilaporkan berjalan lancar hingga Jumat (26/6/2026).

Komandan Kodim 1418/Mamuju, Kolonel Arm Andang Radianto, S.A.P., menyebut pembangunan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD melalui satuan kewilayahan. Jembatan tersebut diharapkan menjadi sarana penghubung yang mempermudah aktivitas harian masyarakat.

Akses Ekonomi dan Kesehatan Jadi Prioritas

Menurut Dandim, jembatan gantung ini tidak hanya sekadar infrastruktur fisik. “Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Campaloga,” ujar Kolonel Andang.

Selama ini, warga Dusun Sidomakmur kerap kesulitan saat harus menyeberang sungai, terutama di musim hujan. Akses terhambat membuat anak-anak terlambat ke sekolah, petani kesulitan membawa hasil panen, dan warga sakit harus menempuh jalan memutar panjang untuk sampai ke puskesmas.

Gotong Royong TNI dan Warga

Pembangunan dikerjakan dengan semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat. Sinergi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat dan warga mampu menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran.

“Jembatan gantung ini diharapkan dapat menjadi sarana penghubung yang mempermudah mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun akses pelayanan kesehatan,” tambah Dandim.

Kodim 1418/Mamuju belum menyebutkan target pasti penyelesaian proyek. Namun, pengerjaan terus dikebut agar warga bisa segera memanfaatkan jembatan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Reporter: Sutomo
Sumber: kabarsulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top