SULAWESI BARAT — Gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, membuat sejumlah desa di Kabupaten Sigi terputus aksesnya. Bank Mandiri, melalui tim dari Area Palu, langsung bergerak begitu jalur darat mulai bisa ditembus pada hari kedua.
“Kami dari Mandiri langsung, hari ini gempa besok Alhamdulillah kawan-kawan sudah bergerak ke lokasi kasih bantuan juga. Kita waktu itu kerja sama di hari pertama itu dengan BNPB Kabupaten Sigi,” kata Area Head Bank Mandiri Area Palu, Andi Sibly, Kamis (25/6).
Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan perlindungan sementara seperti tenda, perlengkapan lainnya, dan makanan siap saji. Salah satu titik penyaluran adalah Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, yang merupakan kawasan terdampak paling parah.
Menurut Andi, sebagai bank milik negara, Mandiri memiliki kewajiban untuk menjadi garda terdepan saat bencana terjadi. “Ini juga sebagai bentuk perhatian dari Mandiri untuk masyarakat di Sulawesi Tengah. Apalagi Mandiri kan perseroan negara, tentunya kita harus hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya bantuan fisik, Bank Mandiri juga membuka skema keringanan kredit bagi nasabah yang rumah atau usahanya rusak akibat gempa. Fasilitas ini berupa restrukturisasi atau penyesuaian ulang cicilan sesuai kemampuan bayar nasabah.
“Di saat kondisi gempa, ya tentu kita akan sesuaikan dengan kemampuan. Kita akan ubah dia punya skema, sesuaikan dengan kemampuannya. Harapannya dia bisa recover dan di bulan-bulan berikutnya dia bisa bangkit lagi,” jelas Andi.
Langkah ini diharapkan meringankan beban warga Sigi yang harus memulihkan rumah dan mata pencaharian pascagempa. Bank Mandiri berkomitmen terus memantau kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan tambahan jika diperlukan.