MAMUJU — Proses pembangunan jembatan gantung di Dusun Sidomakmur, Desa Campaloga, Kecamatan Tommo, terus berlangsung hingga Rabu (24/6/2026). Inisiatif ini digerakkan oleh Kodim 1418/Mamuju sebagai wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan warga di wilayah terpencil.
Selama ini, akses warga Dusun Sidomakmur menuju pusat desa dan kecamatan sangat terbatas. Kondisi jalan yang sulit membuat mobilitas untuk menjual hasil pertanian, menyekolahkan anak, atau berobat ke puskesmas menjadi tantangan berat. Jembatan gantung ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh dan memberikan jalur yang lebih aman.
Pengerjaan jembatan dilakukan dengan sistem gotong royong. Personel Kodim 1418/Mamuju bahu-membahu dengan warga setempat mengerjakan struktur utama jembatan. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi utama percepatan proyek di tengah medan yang menantang.
Komandan Kodim 1418/Mamuju, Kolonel Arm Andang Radianto, S.A.P., menegaskan bahwa jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik. “Pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap keberadaan jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujarnya. Dampak langsung yang diharapkan meliputi kelancaran distribusi barang, akses anak sekolah, serta pelayanan kesehatan darurat.
Dengan rampungnya jembatan gantung ini, mobilitas warga Dusun Sidomakmur dan sekitarnya diprediksi akan meningkat signifikan. Perekonomian lokal diharapkan bergerak lebih cepat karena hasil bumi bisa segera dipasarkan. Proyek ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat dan warga mampu menjawab kebutuhan dasar infrastruktur di pelosok Sulawesi Barat.