SULAWESI BARAT — Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetorkan ke KPK pada 27 Maret 2026, Widiyanti Putri mencatatkan aset bergerak berupa enam mobil mewah. Seluruh unit diperoleh dari hasil sendiri. Dari daftar tersebut, Mercedes-Benz S63 keluaran 2014 menjadi yang paling rendah nilainya, tapi tetap bertengger di angka miliaran rupiah.
Mercedes-Benz S63 AMG generasi itu menggendong mesin V8 biturbo 5.5 liter. Tenaga yang dihasilkan mencapai 577 daya kuda dengan torsi 664 lb-ft. Sistem penggerak roda empat atau 4Matic berorientasi performa menjadi andalan sedan ini.
Transmisi yang digunakan adalah Speedshift MCT 7 percepatan. Tersedia tiga mode berkendara: C (Control Efficiency) untuk efisiensi, S (Sport) untuk respons agresif, dan M (Manual) untuk kendali penuh pengemudi. Suspensi adaptif serta paket keselamatan Intelligent Drive—termasuk night view assist plus—melengkapi fitur mobil ini.
Selain S63, garasi Widiyanti diisi oleh merek-merek Eropa dan Jepang kelas atas. Berikut rincian keenam unit yang tercatat dalam LHKPN terbaru:
Dari daftar itu, Mercedes-Benz G63 2025 menjadi yang termahal dengan nilai Rp 8,8 miliar. Sementara Bentley Flying Spur W12 2022 menyusul di posisi kedua. Menariknya, tak satu pun mobil di garasi ini yang dibanderol di bawah Rp 2 miliar.
Jika dibandingkan LHKPN tahun sebelumnya, jumlah mobil di garasi Widiyanti berkurang satu unit. Tahun lalu tercatat tujuh mobil, kini tersisa enam. Namun, nilai total aset alat transportasi justru melonjak dari Rp 19,643 miliar menjadi Rp 24,102 miliar—kenaikan sekitar Rp 4,4 miliar.
Belum diketahui mobil mana yang keluar dari daftar tahun ini. Namun kenaikan nilai ini kemungkinan dipengaruhi oleh masuknya unit yang lebih baru, seperti Lexus LM350H 2024 dan LS500H 2024, serta Mercedes-Benz G63 2025 yang harganya melambung tinggi.