SULAWESI BARAT — Kinerja ini, menurut manajemen, tidak lepas dari strategi operasional yang fokus pada kelancaran rantai pasok dan pelayanan publik. Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan pihaknya berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah berbagai tantangan perdagangan.
“Ekosistem kepelabuhanan di Regional 4 terus bergerak positif dan memberikan kontribusi terhadap konektivitas nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar.
Dari sisi peti kemas, pertumbuhan 2,1 persen secara tahunan ditopang oleh sejumlah pelabuhan utama. Kendari mencatatkan performa terbaik, didorong tambahan throughput dari layanan PT Meratus. Pelabuhan lain yang berkontribusi adalah Merauke, yang terdorong proyek strategis nasional di Papua Selatan, serta Manokwari karena pembangunan fasilitas publik.
Sorong mencatat peningkatan pada aktivitas transshipment, sementara Parepare mendapat dukungan dari distribusi beras dan kebutuhan pokok. Kelima pelabuhan ini menjadi motor utama pertumbuhan arus kontainer di regional tersebut.
Untuk arus penumpang, kenaikan signifikan mencapai 10,2 persen. Kendari kembali memimpin setelah dibukanya rute baru Kendari–Wawonii melalui Pangkalan Perahu. Balikpapan mencatat lonjakan pada periode mudik dan libur panjang. Sementara itu, Ambon menikmati peningkatan aktivitas dari kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dan kapal perintis. Ternate terbantu implementasi tiket elektronik, dan Parepare kembali mencatat kenaikan saat musim mudik Lebaran.
Pergerakan kapal secara konsolidasi tumbuh 6 persen. Kinerja tertinggi dipimpin Balikpapan, yang didorong aktivitas kapal tongkang batu bara dan kapal penumpang. Disusul Ternate dengan peningkatan kapal penumpang dan kegiatan Lawui, serta Samarinda yang mencatat kenaikan kunjungan tugboat dan tongkang di Muara Muntai dan Muara Pegah.
Bontang tumbuh pada segmen kapal curah dan tugboat-tongkang, sedangkan Ambon naik pada layanan kapal ro-ro, kapal penumpang, dan pengangkut BBM. Secara keseluruhan, lima pelabuhan dengan kinerja arus kapal terbaik adalah Balikpapan, Ternate, Samarinda, Bontang, dan Ambon.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan capaian ini merupakan hasil sinergi antara Regional 4 dan seluruh anak usaha. Pihaknya terus mengoptimalkan layanan operasional, meningkatkan produktivitas, dan memanfaatkan peluang pasar di setiap wilayah kerja.
“Hasilnya terlihat dari pertumbuhan arus peti kemas dan penumpang yang positif serta kemampuan sejumlah pelabuhan mencatatkan kinerja terbaik di masing-masing sektor layanan,” katanya.
Ke depan, Pelindo Regional 4 berencana memperkuat infrastruktur dan suprastruktur, mempercepat digitalisasi layanan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini diambil untuk memperkuat konektivitas logistik nasional agar semakin efisien dan kompetitif, khususnya di kawasan timur Indonesia yang selama ini menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi barang dan mobilitas masyarakat.