Enam Remaja Sulawesi Barat Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Siswa Sekolah Rakyat Ikut Bertanding ke Istana

Penulis: Ragil  •  Senin, 15 Juni 2026 | 23:41:01 WIB
Enam remaja Sulawesi Barat resmi dilepas menuju seleksi Paskibraka nasional di Jakarta.

MAMUJU — Perjuangan enam remaja asal Sulawesi Barat menuju Istana Negara memasuki babak krusial. Mereka resmi dilepas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar, Muh. Darwis Damir, untuk terbang ke Jakarta, Senin (15/6/2026). Seleksi akhir ini akan menentukan siapa yang berhak mengibarkan bendera pusaka pada 17 Agustus mendatang.

Komposisi delegasi tahun ini menyita perhatian. Tak hanya berasal dari sekolah unggulan perkotaan, satu kursi di antaranya diisi oleh siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi, Ismi Ulfaida asal Polewali Mandar. Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam peta talenta muda di provinsi yang dikenal dengan julukan Sulbar ini.

Siapa Saja Enam Delegasi yang Berlaga ke Jakarta?

Keenam pelajar ini telah melewati seleksi panjang dan kompetitif di tingkat kabupaten dan provinsi. Mereka adalah:

  • Reyfan A. Rapa – SMAN 1 Bambalamotu (Pasangkayu)
  • M. Deni Fikri – SMAN 1 Wonomulyo (Polewali Mandar)
  • Bimo Purnama – SMAN 1 Wonomulyo (Polewali Mandar)
  • Aniqa Humaira Ashari – SMAN 1 Mamuju (Mamuju)
  • Katrina Deanandra – SMAN 1 Polewali Mandar (Polewali Mandar)
  • Ismi Ulfaida – Sekolah Rakyat Terintegrasi (Polewali Mandar)

Amanah dari Gubernur: Jaga Sikap dan Nasionalisme

Dalam arahannya, Darwis Damir menitipkan pesan khusus dari Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Para delegasi diminta mengedepankan karakter kuat, kedisiplinan ajeg, dan jiwa nasionalisme tinggi selama masa karantina nasional yang melelahkan.

“Kalian telah melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga sikap, disiplin, dan integritas selama mengikuti seleksi. Kalian membawa nama baik Sulawesi Barat di tingkat nasional,” ujar Darwis di hadapan para peserta dan jajaran Kesbangpol Sulbar.

Buang Jauh Rasa Minder, Fokus pada Proses

Di akhir acara, Darwis meminta para peserta saling mendukung dan membuang rasa minder. Ia menegaskan bahwa apa pun hasilnya nanti, keenam remaja ini sudah menjadi kebanggaan Sulbar. Sebelum bertolak ke ibu kota, acara ditutup dengan doa bersama demi kelancaran fisik dan mental selama karantina.

“Selamat berjuang. Terus berlatih, belajar, dan jaga kesehatan. Harumkan nama Sulbar,” pungkasnya.

Reporter: Ragil
Sumber: sulbaronline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top