MAMUJU — Perjuangan enam remaja asal Sulawesi Barat menuju Istana Negara memasuki babak krusial. Mereka resmi dilepas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar, Muh. Darwis Damir, untuk terbang ke Jakarta, Senin (15/6/2026). Seleksi akhir ini akan menentukan siapa yang berhak mengibarkan bendera pusaka pada 17 Agustus mendatang.
Komposisi delegasi tahun ini menyita perhatian. Tak hanya berasal dari sekolah unggulan perkotaan, satu kursi di antaranya diisi oleh siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi, Ismi Ulfaida asal Polewali Mandar. Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam peta talenta muda di provinsi yang dikenal dengan julukan Sulbar ini.
Keenam pelajar ini telah melewati seleksi panjang dan kompetitif di tingkat kabupaten dan provinsi. Mereka adalah:
Dalam arahannya, Darwis Damir menitipkan pesan khusus dari Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Para delegasi diminta mengedepankan karakter kuat, kedisiplinan ajeg, dan jiwa nasionalisme tinggi selama masa karantina nasional yang melelahkan.
“Kalian telah melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga sikap, disiplin, dan integritas selama mengikuti seleksi. Kalian membawa nama baik Sulawesi Barat di tingkat nasional,” ujar Darwis di hadapan para peserta dan jajaran Kesbangpol Sulbar.
Di akhir acara, Darwis meminta para peserta saling mendukung dan membuang rasa minder. Ia menegaskan bahwa apa pun hasilnya nanti, keenam remaja ini sudah menjadi kebanggaan Sulbar. Sebelum bertolak ke ibu kota, acara ditutup dengan doa bersama demi kelancaran fisik dan mental selama karantina.
“Selamat berjuang. Terus berlatih, belajar, dan jaga kesehatan. Harumkan nama Sulbar,” pungkasnya.