Kamar Dagang China Minta Produsen Motor Hentikan Perang Diskon, Fokus ke Kualitas

Penulis: Yasir  •  Senin, 15 Juni 2026 | 11:16:01 WIB
Kamar Dagang China mengimbau produsen motor untuk mengakhiri perang diskon dan fokus pada kualitas produk.

SULAWESI BARAT — Seruan tersebut tertuang dalam sebuah inisiatif yang diunggah melalui akun resmi WeChat asosiasi pada Sabtu (13/6). Dikutip dari Bloomberg, langkah ini sejalan dengan tekanan pemerintah China yang kian gencar mendorong perusahaan di berbagai sektor untuk bersaing lewat inovasi, bukan sekadar banting harga.

Ekspor Terbesar Dunia, Tapi Pertumbuhan Tak Sehat

China saat ini merupakan eksportir sepeda motor terbesar di dunia. Data asosiasi perdagangan setempat mencatat, sepanjang 2025 mereka mengekspor 18,23 juta unit sepeda motor.

Meski volume ekspor terus tumbuh dan merek-merek domestik mulai dikenal di pasar internasional, asosiasi menilai praktik industri yang ada justru menghambat perkembangan jangka panjang. "Praktik peniruan produk serta membanjirnya produk serupa di pasar telah menekan keuntungan dan merusak reputasi manufaktur China," tulis asosiasi dalam pernyataan resminya.

Disiplin Bisnis dan Harga Rasional Jadi Kunci

Dalam inisiatif tersebut, Kamar Dagang Sepeda Motor China meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menahan praktik diskon agresif. Mereka mendorong penerapan pola bisnis yang lebih disiplin, termasuk penetapan harga yang rasional dan persaingan yang tertib.

Asosiasi juga menyoroti pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual yang lebih kuat. Peningkatan kualitas produk dan koordinasi yang lebih erat di sepanjang rantai industri dinilai sebagai langkah krusial untuk menjaga lingkungan pasar yang stabil dan sehat.

Strategi Terkoordinasi demi Citra Global

Menurut asosiasi, pendekatan yang lebih terkoordinasi dalam menggarap pasar luar negeri akan membantu meningkatkan citra merek sepeda motor China. Alih-alih saling menjatuhkan harga, pabrikan didorong untuk berfokus pada penguatan merek dan inovasi produk.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa era perang harga di industri motor China perlahan akan ditinggalkan. Produsen kini dituntut untuk mencari cara lain memenangkan hati konsumen, baik di dalam negeri maupun di pasar ekspor seperti Indonesia.

Reporter: Yasir
Sumber: kumparan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top