SULAWESI BARAT — Tekanan fiskal yang melanda banyak daerah tak membuat Jawa Tengah tinggal diam. Gubernur Ahmad Luthfi mengumumkan strategi baru untuk menjaga neraca keuangan provinsi tetap sehat, dengan fokus utama pada optimalisasi BUMD dan penciptaan hub investasi baru. Langkah ini diambil sebagai respons atas penurunan dana transfer dari pemerintah pusat yang mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir.
Alih-alih terus bergantung pada dana transfer pusat yang kian terbatas, Pemprov Jawa Tengah memilih untuk membenahi BUMD dari dalam. "Kami sedang menyehatkan BUMD untuk mendorong pendapatan daerah," ujar Ahmad Luthfi dalam dialog di CNBC Indonesia, Jumat (29/5/2026). Langkah ini diyakini bisa menjadi katalis bagi peningkatan PAD secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mulai menggalakkan investasi melalui konsep hub aglomerasi. Kawasan-kawasan potensial akan disatukan dalam satu ekosistem ekonomi untuk menarik investor. Strategi ini diharapkan mampu mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru yang selama ini belum tergarap maksimal.
Di sektor riil, Jawa Tengah turut mendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Proyek Kampung Nelayan Merah Putih. Pemprov berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan infrastruktur pesisir, termasuk pembangunan 3.100 unit cold storage. Proyek ini juga terintegrasi dengan program gemar makan ikan serta melibatkan SPPG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Di sektor pertanian, provinsi ini membidik target produksi gabah sebesar 9,7 juta ton pada tahun 2025. Angka ini menjadi indikator utama upaya peningkatan kesejahteraan petani di tengah fluktuasi harga dan cuaca.
Tak hanya urusan fiskal dan investasi, Pemprov Jawa Tengah juga berkomitmen menekan angka kemiskinan. Fokus utama diarahkan pada 10 kabupaten termiskin di provinsi tersebut. Program andalannya adalah pembangunan 285.000 unit Rumah Layak Huni bagi masyarakat miskin.
Selain perumahan, pemerintah juga menyiapkan program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin serta penciptaan lapangan kerja. Semua program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.