POLEWALI MANDAR — Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 06.15 WITA, saat Pasar Batetangnga di Kecamatan Binuang mulai dipadati pedagang dan pembeli. Suasana pagi yang biasanya ramai mendadak berubah histeris setelah AT menusuk korban dari belakang tanpa peringatan.
Kapolsek Binuang, IPTU H. Rahman, mengatakan pihaknya langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) begitu menerima laporan warga. Personel gabungan dari Polsek Binuang dan Polres Polman, dipimpin langsung oleh IPTU H. Rahman bersama Pamapta Polres Polman IPDA Ahmad Yakin, berhasil membekuk AT tanpa perlawanan berarti.
“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut,” kata Rahman saat dikonfirmasi.
Dari lokasi, polisi menyita sebilah pisau dapur yang diduga kuat digunakan untuk menusuk korban serta pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian. Sementara itu, WR yang merupakan keponakan AT langsung dievakuasi warga ke RSUD Andi Depu Polewali untuk mendapatkan perawatan medis darurat akibat luka tusuk yang dideritanya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban belum diketahui secara pasti. Namun, luka tusuk yang dialami disebut cukup serius dan membutuhkan penanganan segera.
Berdasarkan data yang dihimpun, pelaku bernama asli Arsyad Tindas dan korban bernama Wali Rola. Keduanya memiliki hubungan darah sebagai paman dan keponakan. Tim penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Polewali Mandar masih mendalami motif di balik aksi nekat AT.
Polisi menduga insiden ini dipicu oleh konflik keluarga yang sudah terpendam lama. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai pemicu spesifik pertikaian antara keduanya. AT kini telah diserahkan ke Satreskrim untuk proses hukum lebih lanjut.
Menanggapi peristiwa ini, Polres Polewali Mandar mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Pihak kepolisian meminta warga untuk selalu mengedepankan jalur hukum dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap konflik personal.
“Kami mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang. Selesaikan setiap permasalahan dengan kepala dingin, jangan sampai emosi sesaat menghilangkan nyawa orang terdekat,” ujar perwakilan Polres Polman dalam keterangannya.