SULAWESI BARAT — Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengonfirmasi bahwa jenazah Rifki ditemukan pada pukul 21.35 WIB di koordinat 8°26’27”S - 113°34’57”E. Lokasi itu berjarak sekitar 1,24 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Proses evakuasi dipicu laporan warga sekitar pukul 21.00 WIB yang melihat sesosok tubuh mengapung di perairan Pantai Payangan. Tim gabungan yang tengah melakukan penyisiran langsung bergerak ke lokasi dan mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah Rifki langsung dibawa ke Puskesmas Ambulu untuk penanganan medis sebelum diserahkan kepada keluarga. Sebelumnya, pada Senin pagi, tim juga menemukan korban pertama, Barokatul Hidayat (27), dalam kondisi serupa.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. I Made Oka menyebut dukungan alutsista yang digunakan cukup lengkap, meliputi perahu karet, Rescue Truck, peralatan water rescue, hingga alat komunikasi mutakhir.
"Atas nama Basarnas, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Dengan ditemukannya seluruh korban, maka Operasi SAR di Pantai Payangan diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," ujar I Made Oka dalam keterangan resmi.
Menyusul tragedi ini, Basarnas mengeluarkan imbauan keras bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di pantai. I Made Oka menekankan karakteristik pesisir selatan Jawa yang memiliki gelombang tinggi serta arus laut sangat kuat dan dapat berubah ekstrem sewaktu-waktu.
"Seluruh tim didukung oleh alutsista lengkap seperti perahu karet, Rescue Truck, peralatan water rescue, hingga alat komunikasi mutakhir," tambahnya.