MAMUJU — Kobaran api yang melahap kawasan hutan di Kabupaten Mamuju akhirnya berhasil dijinakkan setelah tim gabungan bekerja tanpa henti selama delapan jam. Titik api pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pada pagi hari, dan dengan cepat petugas dikerahkan ke lokasi yang berada di area perbukitan dengan kontur tanah yang curam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat menyebutkan bahwa medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. “Akses ke lokasi sangat terbatas. Tim harus berjalan kaki membawa peralatan pemadam portabel dan pompa air jinjing,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin.
Warga di Desa Takandeang, Kecamatan Simboro, pertama kali mencium bau asap dan melihat kepulan asap tebal dari arah bukit sekitar pukul 09.00 Wita. Laporan cepat disampaikan ke posko BPBD setempat, yang langsung mengoordinasikan tim reaksi cepat.
Angin kencang dan vegetasi kering di musim kemarau membuat api cepat merambat ke area yang lebih luas. “Dalam waktu kurang dari satu jam, api sudah membakar sekitar dua hektare lahan semak dan pepohonan,” kata salah satu relawan yang ikut dalam pemadaman.
Tim gabungan dibagi menjadi beberapa regu untuk menyisir titik api dari berbagai sisi. Sebagian petugas menggunakan alat pemadam api punggung (backpack pump), sementara regu lainnya berusaha membuat sekat bakar untuk menghentikan laju api ke pemukiman warga yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran.
Helikopter water bombing tidak dapat dikerahkan karena kondisi cuaca dan medan yang tidak memungkinkan. “Kami mengandalkan kekuatan personel dan peralatan darat. Semua bergerak cepat karena ancaman semakin dekat ke perkebunan warga,” tambah Kepala BPBD.
Proses pemadaman baru dinyatakan selesai menjelang sore hari, setelah titik-titik api kecil berhasil dipadamkan satu per satu. Petugas masih melakukan pendinginan di beberapa titik untuk mencegah api kembali menyala.
Pihak BPBD bersama aparat setempat akan meningkatkan patroli di kawasan rawan kebakaran selama musim kemarau. Sosialisasi kepada warga mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar juga akan diperketat.
“Kami imbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di lahan kering. Dampaknya bisa meluas dan membahayakan banyak pihak,” tegas Kepala BPBD.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materi masih dalam pendataan oleh tim di lapangan.