MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, secara resmi membuka Sidang Majelis Daerah Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sulawesi Barat. Kegiatan yang berlangsung di Mamuju ini dihadiri oleh para pendeta, majelis, dan jemaat dari berbagai kabupaten di provinsi tersebut.
Dalam pidato pembukaannya, Gubernur yang akrab disapa SDK itu menekankan bahwa kontribusi gereja tidak boleh berhenti pada pelayanan rohani semata. Ia mendorong GBI untuk menjadi motor penggerak dalam pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Suhardi Duka menyebut bahwa Sulawesi Barat membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk institusi keagamaan, untuk mengejar ketertinggalan di berbagai sektor. "Gereja harus hadir tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam aksi nyata membangun daerah," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis resmi Pemprov Sulbar.
Ia menambahkan, jemaat GBI yang tersebar di enam kabupaten memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Mulai dari program literasi, pelatihan keterampilan, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan gereja.
Sidang Majelis Daerah ini menjadi ajang bagi GBI untuk merumuskan program kerja lima tahun ke depan. Gubernur berharap hasil sidang tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan di lapangan. "Saya minta program-program gereja selaras dengan visi pembangunan provinsi," tegasnya.
Pemprov Sulbar sendiri telah memiliki sektor prioritas seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan pariwisata. Gereja diharapkan bisa mengisi celah-celah yang belum tersentuh program pemerintah, terutama di daerah pelosok.
Beberapa jemaat yang hadir menyambut positif arahan gubernur. Mereka menilai, selama ini gereja sudah aktif dalam kegiatan sosial seperti bakti kesehatan dan bantuan bencana. Namun, sinergi dengan pemerintah daerah perlu diperkuat agar dampaknya lebih terukur.
"Kami siap bersinergi. Yang kami butuhkan adalah pendampingan teknis agar program gereja tepat sasaran," ujar salah satu pendeta peserta sidang yang enggan disebut namanya. Sidang Majelis Daerah GBI Sulbar direncanakan berlangsung selama dua hari di Mamuju.