SULAWESI BARAT — Hyundai membekali sedan ini dengan fitur digital untuk pengalaman berkendara maksimal. N Active Sound+ dan N e-Shift menyimulasikan suara mesin bakar serta sensasi transmisi kopling ganda delapan percepatan secara meyakinkan. Untuk urusan senggak, tersedia N Drift Optimiser dan N Torque Distribution yang bisa diatur sendiri. Uniknya, Ioniq 6 N juga punya N Track Manager—alat analisa dan pencatat waktu lap eksklusif untuk model ini.
Baterai NMC generasi kedua berkapasitas 84 kWh menjadi sumber tenaga. Sekali penuh, mobil ini menempuh jarak 487 km (WLTP). Keunggulan lainnya, baterai ini mendukung pengisian cepat DC dari 10 ke 80 persen hanya dalam 18 menit—peningkatan signifikan dari paket 77,4 kWh pada model pra-facelift.
Ioniq 6 N sudah dibuka untuk pemesanan dengan estimasi harga RM460.000 (sekitar Rp 1,6 miliar). Angka ini lebih tinggi dibandingkan Tesla Model 3 Performance yang dijual RM229.000. Namun, statusnya sebagai mobil impor utuh (CBU) dari Korea membuatnya dikenakan bea masuk dan cukai hingga 50 persen. Pertanyaan besarnya kini: apakah sedan listrik performa tinggi ini akan menyapa pasar Indonesia? Kita tunggu saja.