Kemenag Mamuju: Kurban Bukan Sekadar Potong Hewan, Ada Makna Ketakwaan dan Kedekatan kepada Allah

Penulis: Saiful  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:30:59 WIB
Kemenag Mamuju menegaskan kurban sebagai ibadah yang mengandung makna ketakwaan dan kedekatan kepada Allah.

MAMUJU — Momen pemotongan hewan kurban seringkali hanya dilihat dari sisi ritual tahunan. Namun, Kemenag Mamuju mengingatkan bahwa praktik ini merupakan simbol ketaatan dan ketulusan yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

Makna di Balik Penyembelihan

Kepala Kemenag Mamuju menjelaskan bahwa kurban bukanlah sekadar tradisi atau kegiatan sosial semata. Lebih dari itu, setiap tetes darah yang mengalir dan daging yang dibagikan adalah wujud pengabdian langsung kepada Allah.

"Kurban adalah bentuk kedekatan kita kepada Allah. Ini adalah ibadah yang mengajarkan keikhlasan dan kepasrahan total," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari RRI.co.id.

Nilai Ketakwaan yang Diutamakan

Dalam ajaran Islam, Allah tidak membutuhkan daging atau darah hewan kurban. Yang dinilai adalah ketakwaan dan keikhlasan hati orang yang berkurban. Prinsip ini menjadi landasan utama pelaksanaan ibadah kurban di Mamuju.

Kemenag setempat mendorong masyarakat untuk memaknai Idul Adha sebagai momentum introspeksi. Bukan hanya sibuk mempersiapkan hewan, tetapi juga memperbaiki kualitas keimanan dan hubungan sosial antarwarga.

Kurban sebagai Perekat Sosial

Selain dimensi vertikal, kurban juga memiliki dampak horizontal yang kuat. Daging yang dibagikan kepada fakir miskin dan tetangga sekitar menjadi sarana mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat Mamuju.

Kemenag berharap semangat berbagi ini tidak berhenti saat Idul Adha saja. Nilai kepedulian dan kebersamaan yang muncul dari ibadah kurban perlu dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Imbauan untuk Calon Pequrban

Menjelang hari raya, Kemenag Mamuju juga mengingatkan para calon pequrban untuk memastikan hewan yang akan disembelih memenuhi syarat kesehatan dan usia. Proses penyembelihan harus sesuai syariat, yakni dengan cara yang manusiawi dan tidak menyakiti hewan.

Pengawasan akan dilakukan di titik-titik pemotongan kurban yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Mamuju. Hal ini untuk memastikan ibadah berjalan lancar dan daging yang dibagikan higienis.

Dengan pemahaman yang benar, diharapkan setiap muslim di Mamuju dapat menjalankan ibadah kurban tidak hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai langkah nyata mendekatkan diri kepada Allah dan sesama.

Reporter: Saiful
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top