Pertamina EP Zona 7 dan 11 Gencarkan Sinergi Hulu Migas-Pertanian, Targetkan Ketahanan Energi dan Pangan

Penulis: Ragil  •  Senin, 25 Mei 2026 | 18:27:24 WIB
Pertamina EP Zona 7 memanfaatkan lahan sekitar sumur minyak untuk kegiatan pertanian padi dan palawija.

SULAWESI BARAT — Pertamina tidak hanya fokus mengebor minyak dan gas. Anak usaha sektor hulu migas ini kini merambah kolaborasi dengan sektor pertanian. Langkah itu diwujudkan melalui program sinergi yang melibatkan Pertamina Hulu Energi, Pertamina EP Zona 7, dan Pertamina EP Zona 11 di wilayah Jawa Timur.

Kolaborasi Lahan: Sumur Minyak dan Sawah Berdampingan

Program ini mengintegrasikan pengelolaan lahan sekitar area operasi migas untuk kegiatan pertanian. Pertamina EP Zona 7, misalnya, memanfaatkan area buffer zone di sekitar sumur minyak untuk ditanami padi dan palawija. Hasil panennya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan karyawan dan masyarakat sekitar.

“Kami tidak hanya mengejar target produksi minyak, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan. Ini wujud nyata operasi yang berkelanjutan,” ujar perwakilan manajemen Pertamina EP Zona 7 dalam keterangan resmi di Surabaya. Lahan pertanian itu dikelola bersama kelompok tani setempat dengan pendampingan dari penyuluh pertanian.

Dampak Langsung: Biaya Logistik Turun, Pendapatan Petani Naik

Sinergi ini memberikan dampak terukur. Dengan memanfaatkan lahan tidur milik Pertamina, petani mitra tidak perlu mengeluarkan biaya sewa lahan. Pupuk organik dari limbah operasi migas yang telah diolah juga digunakan untuk mengurangi biaya produksi.

Hasilnya, biaya logistik operasi perusahaan turun karena kebutuhan pangan karyawan dipasok dari lahan sendiri. Di sisi lain, pendapatan petani mitra meningkat hingga 20 persen per musim tanam dibandingkan sebelumnya. Program ini juga menyerap tenaga kerja lokal, mengurangi angka pengangguran di desa-desa sekitar wilayah kerja.

Target ke Depan: Perluasan ke Zona 11 dan Daerah Lain

Keberhasilan di Zona 7 akan direplikasi ke Zona 11 yang mencakup wilayah kerja di Jawa Timur bagian timur. Pertamina Hulu Energi selaku induk akan menyediakan pendanaan awal untuk infrastruktur irigasi dan bibit unggul.

Rencana ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis iklim. Dengan model integrasi migas-pertanian, Pertamina berharap bisa menjadi contoh bagi BUMN lain untuk mengoptimalkan aset lahan yang tidak produktif.

Langkah ini membuktikan bahwa perusahaan migas tidak bisa lagi bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan energi dan pangan dalam negeri.

Reporter: Ragil
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top