Dinas Perpustakaan Sulbar Latih 150 Mentor Literasi, Sekda Ingatkan Bahaya Hoaks di Medsos

Penulis: Fajar  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 13:00:14 WIB
mentor literasi mengikuti Bimtek Literasi Informasi di Dinas Perpustakaan Sulbar, Kamis (21/5).

MAMUJU — Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, dan pegiat literasi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan berlangsung di Aula Perpusip Sulbar, Kamis (21/5/2026).

Mengapa Literasi Informasi Mendesak bagi Warga Sulbar?

Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana yang membuka acara mewakili Gubernur Suhardi Duka mengingatkan bahwa derasnya informasi di jagat maya ibarat pisau bermata dua. Jika tidak dikelola dengan baik, informasi palsu justru bisa menghambat pembangunan daerah.

“Ketika berita yang diterima itu baik dan kita informasikan kembali secara benar, maka itu akan berdampak baik. Tapi kalau buruk dan disebarkan tanpa dianalisis, maka dampaknya juga buruk,” kata Junda.

Ia menganalogikan kecakapan literasi informasi sebagai alat navigasi vital. Tanpa kemampuan mengelola informasi, masyarakat diibaratkan mengarungi samudra tanpa kompas dan berisiko tersesat oleh kabar bohong.

Tiga Narasumber Beda Perspektif: dari Kemenkomdigi hingga Duta Baca

Panitia menghadirkan tiga narasumber untuk membedah persoalan digital ini. Mereka adalah Pandu Literasi Digital Kemenkomdigi RI Shalahuddin, Dosen Fisip Hukum Unsulbar sekaligus Maheswara Pratama BPIP-RI Farhanuddin, serta Penulis dan Duta Baca Sulbar Muhammad Ridwan Alimuddin.

Junda menekankan bahwa literasi informasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kecakapan seseorang untuk mengidentifikasi kapan informasi dibutuhkan, cara memperoleh, mengelola, hingga mendistribusikannya secara tepat. Tanpa fondasi ini, masyarakat rentan terombang-ambing oleh berita yang belum terverifikasi.

“Kadang tanpa literasi informasi, kita mudah sekali terpengaruh dengan informasi yang diterima. Apalagi di media sosial, banyak orang menerima informasi tanpa mencerna dan menganalisis, lalu langsung membagikannya kembali,” ujarnya.

Target: Perpustakaan sebagai Pusat Pembelajaran Aktif

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulbar Mustari Mula menjelaskan, bimtek ini ditargetkan untuk mengasah kemampuan peserta dalam mengakses, mengevaluasi, hingga memanfaatkan informasi secara efektif. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program pembangunan daerah Sulbar Mandarras.

“Selain itu, kegiatan ini juga mendukung peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembelajaran, serta mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi antar pegiat literasi,” kata Mustari.

Ia berharap perpustakaan daerah tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran aktif yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Sulbar.

Reporter: Fajar
Sumber: sulbaronline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top