SULAWESI BARAT — Perjalanan panjang membelah daratan China berakhir dengan sukses di Kaifeng, Provinsi Henan, pada Rabu (20/5) lalu. BYD Song Ultra EV membuktikan diri sebagai kendaraan listrik murni perdana yang mampu menaklukkan seluruh bentang Tol Lianyungang-Khorgos. Keberhasilan ini sekaligus menjawab keraguan publik global mengenai kepraktisan mobil listrik untuk perjalanan lintas wilayah yang sangat jauh.
General Manager BYD Dynasty Series, Lu Tian, melepas keberangkatan unit uji coba ini pada Kamis (16/5). Selama empat hari penuh, SUV ramah lingkungan ini dipaksa bekerja keras melintasi berbagai kondisi jalan bebas hambatan terpanjang di Negeri Tirai Bambu tersebut. Rute ini sengaja dipilih karena belum pernah ada satu pun mobil listrik murni yang berhasil menyelesaikannya dari ujung ke ujung.
Sepanjang koridor tol, BYD memanfaatkan jaringan infrastruktur pengisian daya mandiri yang terus mereka bangun secara masif. Hingga pertengahan Mei, pabrikan asal Shenzhen ini telah mengoperasikan 5.979 stasiun pengisian cepat di 312 kota. Ketersediaan titik pengisian daya berkecepatan tinggi di sepanjang jalur tol menjadi kunci utama kelancaran ekspedisi pemecah rekor ini.
Dapur pacu utama pengujian ini mengandalkan Blade Battery generasi kedua dengan dua opsi kapasitas, yakni 68,4 kWh dan 82,7 kWh. Berdasarkan standar pengujian CLTC, masing-masing varian mampu menempuh jarak sejauh 605 kilometer dan 710 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Tenaga motor listrik tunggal di roda belakang menghasilkan daya maksimal hingga 362 HP (270 kW) yang disalurkan secara instan.
Teknologi Flash Charging milik BYD memungkinkan baterai terisi dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu 5 menit. Pengisian hingga kapasitas 97 persen hanya membutuhkan waktu 9 menit dalam kondisi suhu normal. Bahkan saat diuji pada suhu ekstrem minus 30 derajat Celsius, proses pengisian daya tersebut hanya melar sekejap menjadi 12 menit saja.
Kenyamanan berkendara jarak jauh ditopang oleh sistem kontrol bodi pintar DiSus-C yang mampu menyesuaikan redaman suspensi secara real-time untuk meminimalkan guncangan. Untuk varian tertinggi, BYD menyediakan opsi sistem asisten pengemudi canggih God's Eye B yang dilengkapi sensor LiDAR di atap dan 27 sensor ADAS pendukung berkendara otonom level 3.
Keberhasilan uji jalan ini langsung mendongkrak angka pemesanan BYD Song Ultra EV yang dipasarkan mulai dari 151.900 yuan hingga 179.900 yuan (sekitar Rp352 juta hingga Rp416 juta). Pada bulan pertama peluncurannya sejak akhir Maret, SUV berdimensi panjang 4.850 mm ini telah mengantongi lebih dari 61.240 surat pemesanan kendaraan. Angka ini jauh melampaui ekspektasi awal pabrikan untuk segmen medium SUV yang sangat ketat.
Setelah membuktikan ketangguhan infrastruktur domestik, BYD bersiap memboyong teknologi stasiun pengisian cepat ini ke pasar Eropa dan wilayah global lainnya mulai akhir tahun ini. Langkah ekspansi global tersebut diharapkan mampu mereduksi kecemasan jarak tempuh (range anxiety) yang selama ini menjadi penghambat utama adopsi massal kendaraan listrik di berbagai negara.