MAMUJU — Pembangunan kantor Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sulawesi Barat menjadi proyek percontohan nasional. Pasalnya, ini merupakan gedung PJR pertama yang dibangun dari nol di seluruh Indonesia, bukan sekadar renovasi atau penempatan di kantor eksisting.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyebut pencapaian ini adalah sejarah baru bagi institusi di daerah. “Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama dengan pemerintah daerah melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor PJR Polda Sulbar,” ujarnya usai kegiatan.
Menurutnya, konsep pembangunan ini akan menjadi model yang direplikasi oleh Polda lain di Indonesia. “Seperti rekan-rekan ketahui bahwa kantor PJR Polda Sulbar ini adalah pertama yang dibangun di seluruh Indonesia. Nantinya insya Allah akan terbangun di setiap Polda,” kata jenderal bintang dua itu.
Irjen Pol Adi menegaskan, pembangunan ini bukan sekadar seremonial. Kantor PJR tersebut direncanakan sebagai pusat studi banding bagi kepolisian daerah lain yang akan membangun fasilitas serupa.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita dan anggota-anggota saya. Nanti kantor ini bisa didatangi teman-teman dari polda lain untuk melihat secara langsung seperti apa kantor PJR yang sudah direncanakan pihak Korlantas Mabes Polri,” jelasnya.
Kapolda menekankan, proyek ini harus dikerjakan dengan standar tertinggi. Ia mengingatkan penyelenggara pembangunan agar hasilnya tahan lama dan tidak hanya bertahan dalam jangka pendek.
“Kami selalu mengingatkan kepada pihak penyelenggara pembangunan agar memberikan bangunan yang terbaik. Bangunan ini tidak hanya berdiri lima sampai sepuluh tahun, tetapi selamanya agar bisa memberikan manfaat yang lama,” tegas Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta.
Kehadiran kantor PJR diharapkan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di jalan raya Sulawesi Barat. Wilayah ini dikenal memiliki jalur lintas provinsi yang rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.
Dengan fasilitas yang representatif, personel PJR diharapkan bisa bekerja lebih optimal. Ini sekaligus menjawab kebutuhan akan pos pengamanan yang memadai di titik-titik strategis sepanjang jalan trans-Sulawesi.