MAMASA — Bencana tanah longsor menerjang permukiman warga di Dusun Kanang, Desa Hahangan, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, pada Kamis (14/5) sore. Peristiwa itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama satu hari satu malam, memicu pergerakan tanah di belakang rumah warga.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan kejadian pada pukul 19.30 WITA. Tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WITA.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD, sebanyak tiga unit rumah mengalami rusak berat, dua unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan. Total ada tujuh unit rumah yang terdampak longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa penanganan awal telah dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat terdampak dan percepatan asesmen lapangan.
Kondisi tanah yang masih terus bergerak memaksa masyarakat bersama aparat setempat melakukan pembongkaran rumah yang berada di area rawan. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko yang lebih besar jika longsor susulan terjadi.
Dari total 23 jiwa terdampak, sebanyak tiga kepala keluarga atau tujuh jiwa sementara mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.
BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak, antara lain tenda gulung, kasur, makanan siap saji, sandang, serta peralatan dapur.
BPBD Kabupaten Mamasa bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Penanganan awal juga melibatkan Tagana Dinsos Kabupaten Mamasa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan aparat Desa Hahangan. Sebanyak tiga personel diturunkan untuk melakukan pendataan dan pemantauan kondisi di lapangan.
Kalaksa BPBD Sulbar mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan di beberapa wilayah Sulawesi Barat masih cukup tinggi dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.