DPRD Sulbar dan Densus 88 Perkuat Wawasan Kebangsaan Mahasiswa STAIN Majene

Penulis: Ragil  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 15:00:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Sulbar St. Suraidah Suhardi memberikan arahan dalam forum wawasan kebangsaan di STAIN Majene.

MAJENE — Puluhan mahasiswa dan akademisi berkumpul di Auditorium TIPD Lantai 5 STAIN Majene untuk membentengi generasi muda dari pengaruh paham ekstrem. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis dalam membedah tantangan intoleransi serta radikalisme yang mengancam persatuan bangsa di wilayah Sulawesi Barat.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, St. Suraidah Suhardi, hadir langsung memberikan penekanan pada pentingnya menjaga harmoni di tengah kemajemukan. Menurutnya, keberagaman bukan sekadar identitas, melainkan fondasi utama untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Strategi Tangkal Radikalisme dan Intoleransi di Kampus

Kegiatan ini merupakan inisiasi kolaboratif antara Densus 88 Anti Teror Polri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, dan STAIN Majene. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi kepada mahasiswa agar mampu memilah informasi dan tidak terjebak dalam arus ekstremisme yang memicu perpecahan sosial.

Suraidah mengingatkan bahwa ancaman terhadap stabilitas masyarakat saat ini nyata. Ia mendorong seluruh elemen warga untuk proaktif menjaga ruang publik tetap sehat dari pengaruh paham yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.

"Karena kita tahu, dengan keberagaman maka kita menjadi utuh. Bukan keseragaman, tetapi keberagamanlah yang mengikat kita dan memberikan warna untuk Indonesia yang lebih baik," kata Suraidah di sela kegiatan, Kamis (7/5).

Menjadikan Keberagaman Sebagai Modal Pembangunan Daerah

Dialog bertema “Merajut Kembali Benang Kebangsaan, Memetik Hikmah, Menjaga Harmoni dari Arus Perpecahan” tersebut dipandang sebagai pemicu semangat persaudaraan. Suraidah menilai perbedaan suku, budaya, dan agama di Sulawesi Barat merupakan kekayaan besar yang harus dikelola menjadi energi positif pembangunan.

Langkah ini sejalan dengan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Fokusnya terletak pada pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh.

Forum ini juga menghadirkan perspektif dari berbagai pakar dan pejabat daerah, di antaranya:

  • Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani
  • Kepala Badan Kesbangpol Sulbar Muh. Darwis
  • Ketua STAIN Majene Prof. Wasilah Sahabuddin
  • Dosen STAIN Majene Prof. Muliadi
  • Peneliti jaringan terorisme Rida Hesti Ratnasari

Kehadiran peneliti dan akademisi dalam dialog ini memperkuat analisis mengenai pola penyebaran radikalisme di lingkungan pendidikan. Melalui sinergi lintas instansi, mahasiswa di Majene diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan kedamaian di daerah.

Reporter: Ragil
Sumber: reportase.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top