Pencarian

Aplikasi Tevi Dipakai Live Mesum, Fitur Privasi Jadi Celah

Kamis, 10 September 2026 • 19:17:01 WIB
Aplikasi Tevi Dipakai Live Mesum, Fitur Privasi Jadi Celah
Aplikasi Tevi menjadi sorotan publik setelah diduga dipakai untuk siaran konten dewasa.

SULAWESI BARAT — Kasus ini membuat publik ramai mencari informasi soal Tevi, platform yang sebelumnya tidak terlalu dikenal di Indonesia. Banyak warganet mengaku asing dengan aplikasi ini sebelum skandal tersebut mencuat.

Apa Itu Aplikasi Tevi

Tevi adalah platform live streaming interaktif yang cara kerjanya mirip Bigo Live atau TikTok Live. Pembuat konten bisa memamerkan bakat, mengobrol, atau membagikan hobi mereka ke penonton secara langsung.

Penonton yang menyukai konten tersebut bisa memberikan reward atau gift virtual. Gift ini nantinya dapat dicairkan streamer menjadi uang tunai.

Fitur Privasi yang Jadi Sorotan

Salah satu alasan Tevi ramai dibicarakan adalah fitur privasi ekstra yang ditawarkannya. Tevi mengklaim siaran pengguna dilindungi tanpa pelacakan, tanpa perekaman otomatis, maupun tanpa pembagian konten ke pihak ketiga.

Fitur keamanan inilah yang diduga kuat dimanfaatkan oknum untuk menyiarkan konten dewasa secara live. Pelaku merasa tersembunyi dan aman dari jangkauan publik luar.

Alih-alih melindungi kreator, fitur privasi tersebut justru menjadi celah bagi penyalahgunaan konten. Platform yang dirancang untuk kreativitas malah dipakai untuk keuntungan kilat lewat adegan mesum.

Sistem Monetisasi Lewat Bintang

Monetisasi di Tevi mengandalkan mata uang khusus bernama Bintang. Penonton membeli Bintang untuk dikirim sebagai gift ke streamer selama siaran berlangsung.

Skema ini mirip dengan platform live streaming lain yang menggantungkan pendapatan kreator pada interaksi penonton. Semakin banyak gift yang diterima, semakin besar penghasilan streamer.

Konteks Persaingan Platform Live Streaming

Tevi bersaing dengan pemain besar seperti Bigo Live dan TikTok Live yang lebih dulu populer di Indonesia. Keduanya juga memiliki sistem gift virtual dan monetisasi serupa.

Bedanya, Tevi menonjolkan aspek privasi siaran sebagai nilai jual utama. Klaim tanpa pelacakan dan tanpa perekaman otomatis menjadi pembeda yang justru memicu penyalahgunaan.

Kasus ini menambah daftar panjang tantangan moderasi konten bagi platform live streaming. Regulator seperti Kominfo terus menekan platform agar memperketat pengawasan siaran, terutama yang berpotensi melanggar norma dan hukum.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Tevi soal kasus ini maupun langkah moderasi yang akan diambil. Publik menunggu bagaimana platform menanggapi penyalahgunaan fitur privasinya.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: holopis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks