Pencarian

21 Tewas Akibat Longsor di China, Topan Super Bavi Mengancam Setelah Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Kamis, 09 Juli 2026 • 10:53:31 WIB
21 Tewas Akibat Longsor di China, Topan Super Bavi Mengancam Setelah Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Longsor di Kabupaten Tanchang, Gansu, China, menewaskan 21 orang dan menjebak puluhan lainnya.

SULAWESI BARAT — Tanah longsor yang menerjang Kabupaten Tanchang, Provinsi Gansu, China barat, pada Selasa (7/7/2026) menjadi bencana paling mematikan dalam rangkaian cuaca ekstrem pekan ini. Kantor berita Xinhua melaporkan, 21 orang tewas setelah longsor menimpa sebuah lembah dan menjebak 33 orang. Operasi pencarian berakhir pada Rabu (8/7/2026). Mayoritas korban adalah buruh harian di perkebunan hutan milik negara.

Wilayah pegunungan Tanchang dikenal rawan bencana hidrometeorologi karena lembah curam dan aliran sungai yang bersilangan. Risiko longsor dan banjir bandang meningkat drastis saat musim hujan seperti sekarang.

Topan Maysak dan Bendungan Jebol di Guangxi

Di China selatan, Topan Maysak—topan pertama tahun ini—menewaskan enam orang dan membuat 130.000 warga dievakuasi. Sebelas orang lainnya masih dinyatakan hilang. Situasi di Nanning, ibu kota Guangxi, memburuk setelah sebuah bendungan waduk jebol. Rekamah CCTV memperlihatkan air berlumpur mengalir deras menembus dinding beton yang runtuh. Pemerintah setempat langsung menaikkan status respons darurat pengendalian banjir ke tingkat tertinggi.

Badai di Hubei: 11 Tewas, Ribuan Rumah Rusak

Cuaca buruk juga menghantam Provinsi Hubei di China tengah. Badai petir dan angin kencang menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 330 lainnya. Xinhua melaporkan, hampir 5.000 rumah mengalami kerusakan dan 22 rumah lainnya roboh total.

Presiden China Xi Jinping meminta seluruh pihak melakukan upaya penyelamatan secara maksimal di daerah terdampak. Menteri Sumber Daya Air China, Li Guoying, memperingatkan bahwa hujan lebat masih berpotensi mengguyur wilayah pesisir Guangxi dan barat daya Guangdong. "Karena dampak curah hujan lebat yang terus-menerus dan lamanya air banjir mengalir pada tingkat tinggi, keamanan waduk dan tanggul di daerah yang terkena dampak menghadapi ujian berat," ujar Li.

Ancaman Topan Super Bavi Mendekati Taiwan

Di tengah penanganan bencana, China dan Taiwan bersiap menghadapi Topan Super Bavi. Topan ini sebelumnya menerjang Pulau Rota, wilayah Amerika Serikat, dengan kecepatan angin mencapai 289 kilometer per jam. Badan meteorologi Taiwan memperkirakan topan akan mendekati Taiwan sekitar Jumat (10/7/2026) dan berpotensi membawa hujan dengan intensitas sangat tinggi—lebih dari satu meter di beberapa wilayah. Sebanyak 29.000 personel militer Taiwan telah disiagakan untuk operasi penanganan darurat.

China rutin menghadapi banjir besar saat musim panas. Pada Mei 2026, sedikitnya 22 orang tewas akibat hujan lebat di China tengah dan selatan. Banjir paling mematikan dalam sejarah modern China terjadi pada 1998 di sepanjang Sungai Yangtze, menewaskan hampir 2.000 orang dan menghancurkan hampir tiga juta rumah.

Bagikan
Sumber: amp.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks