MAMUJU TENGAH — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mamuju Tengah menggandeng tim penggerak PKK menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Tunggu Benteng, Tobadak. Penyelenggaraan serentak itu dirangkaikan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia.
Wakil Bupati Mamuju Tengah Askary hadir langsung dan mengimbau warga memanfaatkan momentum tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok. Menurut dia, warga cukup datang ke pusat kegiatan tanpa perlu mendaftar lebih dulu.
"Untuk masyarakat silahkan datang, insaallah gerakan Pangan murah kita akan laksanakan disejumlah titik untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat," ujar Askary.
Askary menyebut pelaksanaan GPM di Mamuju Tengah tidak terpusat di kawasan perkotaan. Pemerintah daerah, kata dia, juga menjangkau kecamatan hingga desa-desa agar warga di pelosok ikut merasakan manfaatnya.
"Sejauh ini kita sudah melakukannya kedesa desa sebagai upaya untuk meringkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya," tuturnya.
Pola jemput bola itu dinilai penting karena persoalan pangan di daerah dengan geografi berbukit sering terkendala jarak dan biaya distribusi. Dengan mendekatkan titik penjualan ke permukiman, selisih harga yang biasa ditanggung warga di tingkat desa bisa ditekan.
Gerakan Pangan Murah umumnya dijalankan pemerintah daerah ketika harga komoditas pokok mulai memberatkan daya beli warga. Skema ini menyediakan beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan rumah tangga lain dengan harga yang disubsidi atau dipotong dari rantai distribusi.
Di Mamuju Tengah, pelaksanaan GPM melibatkan tim penggerak PKK yang biasa bergerak di tingkat posyandu dan dasawisma. Keterlibatan itu memudahkan sosialisasi ke rumah tangga, terutama keluarga penerima manfaat program bansos dan warga prasejahtera.
Pemerintah kabupaten belum merinci jumlah titik dan volume komoditas yang disiapkan pada gelaran kali ini. Namun Askary memastikan GPM akan berlanjut ke sejumlah lokasi lain dengan sasaran pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Bagi warga Tobadak dan sekitarnya, GPM menjadi alternatif belanja di tengah harga sembako yang fluktuatif. Pasar tradisional di kawasan ini bergantung pasokan dari luar kabupaten, sehingga ongkos angkut kerap mendorong harga eceran naik.
Kehadiran penjualan langsung di pelataran Tunggu Benteng memangkas rantai perantara. Warga bisa membeli dalam jumlah terbatas sesuai ketentuan panitia, dengan harga yang dipatok di bawah harga pasar setempat.
Pemkab Mamuju Tengah belum mengumumkan jadwal pasti titik GPM berikutnya. Warga diminta memantau pengumuman dinas terkait dan pemerintah kecamatan setempat agar tidak ketinggalan jadwal penjualan di desa masing-masing.