SULAWESI BARAT — Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9) memicu kekhawatiran warga di sejumlah wilayah, mulai dari Banten, Jawa Barat, hingga Lampung. Di tengah situasi ini, seorang developer bernama Tri Purnomo Aji menghadirkan solusi pemantauan yang lebih presisi lewat situs abu.cikoytew.my.id. Platform ini tidak hanya menampilkan status gunung, tetapi juga simulasi arah sebaran abu yang diperbarui secara berkala.
Berbeda dengan informasi statis dari lembaga resmi, situs ini menyajikan data visual yang interaktif dan mudah dipahami pengguna awam. Aji menyebut data yang ditampilkan diambil langsung dari lembaga pemantau abu vulkanik untuk keselamatan penerbangan—sumber yang sama yang digunakan maskapai untuk menentukan rute pesawat.
Keunggulan utama situs ini terletak pada kemampuannya memproyeksikan pergerakan abu vulkanik. Pengguna bisa memasukkan nama kota atau mengaktifkan fitur lokasi untuk mengetahui apakah wilayahnya berpotensi dilewati abu dalam kurun waktu 18 jam ke depan.
"Gue bikin web gratis buat cek abu vulkanik dari gunung yang lagi siaga di Indonesia. Tinggal buka, gak perlu install apa-apa," ujar Aji dalam unggahan akun Threads-nya. Ia menambahkan bahwa pengguna bisa mengecek gunung mana saja yang berstatus Siaga dan arah pergerakan abunya secara langsung.
Akses layanan ini terbilang sederhana dan tidak memerlukan instalasi aplikasi tambahan. Cukup siapkan browser di ponsel dan ikuti langkah berikut:
Kehadiran situs ini menjadi alternatif di tengah membanjirnya informasi sebaran abu dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga tersebut mencatat hingga Senin (7/9) pukul 07.00 WIB, debu vulkanik Anak Krakatau teridentifikasi menyebar dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki ke arah tenggara-barat laut. Wilayah terdampak mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, hingga Samudra Hindia.
BMKG sendiri rutin memperbarui informasi ini melalui kanal media sosial seperti Instagram, Twitter, TikTok, dan YouTube. Namun, format data mentah yang disajikan kerap sulit diterjemahkan warga awam. Situs besutan Aji menjembatani celah tersebut dengan menyajikan informasi dalam tampilan peta yang lebih intuitif.
Layanan ini hadir gratis dan dapat diakses siapa saja. Bagi warga yang berada di zona rawan, memantau pergerakan abu menjadi langkah antisipasi awal sebelum memutuskan aktivitas di luar ruangan.