SULAWESI BARAT — Dalam forum Kongres Umat Islam Indonesia VIII, para peserta secara terbuka menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo sejatinya memiliki tiga Menteri Pertanian sekaligus. Namun, dari ketiganya, hanya Amran yang dianggap mampu menyelesaikan persoalan mendasar di sektor pangan. "Presiden punya tiga Mentan, Amran selesai," ujar seorang peserta kongres yang hadir di lokasi, Kamis (19/9).
Pernyataan itu merujuk pada dinamika politik di Kementerian Pertanian yang sempat berganti menteri beberapa kali dalam satu periode. Amran sendiri sebelumnya menjabat pada 2014–2019, lalu digantikan, dan kini kembali dipercaya memimpin kementerian tersebut.
Amran dinilai berhasil mengurai persoalan klasik seperti distribusi pupuk, alih fungsi lahan, dan stabilitas harga pangan. Peserta kongres menilai pendekatan langsung ke petani dan reformasi internal di kementerian menjadi kunci. "Dia berani turun ke sawah, bukan cuma rapat di Jakarta," tambah sumber yang sama.
Langkah Amran juga mendapat perhatian karena bersinggungan langsung dengan kepentingan BUMN pangan seperti Perum Bulog dan holding BUMN pangan ID Food. Kedua perusahaan pelat merah itu selama ini menjadi ujung tombak distribusi beras dan stabilisasi harga. Kebijakan Amran yang memotong rantai birokrasi dianggap mempercepat penyaluran bantuan pangan ke daerah-daerah rawan.
Di tingkat lapangan, petani di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan melaporkan harga gabah kering panen mulai stabil di level Rp 6.200–6.500 per kilogram sejak Agustus 2024. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sempat anjlok di bawah Rp 5.000. "Kami mulai bisa hitung untung lagi," kata seorang petani di Karawang saat dihubungi.
Namun, tantangan masih membayangi. Alih fungsi lahan pertanian di Jawa masih berjalan, sementara impor beras masih diperlukan untuk menambah stok nasional. Amran sendiri berjanji akan menekan impor bertahap hingga 2025.
Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang berlangsung di Jakarta pekan ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Dukungan terhadap Amran di forum tersebut menjadi sinyal politik bahwa sektor pangan kini menjadi prioritas yang tak bisa ditawar lagi.