SULAWESI BARAT — Lonjakan permintaan chip memori untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) telah mengalihkan sebagian besar pasokan dari pasar elektronik konsumen. Produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron disebut telah mengalokasikan kapasitas produksinya untuk kontrak jangka panjang dengan penyedia layanan komputasi awan. Akibatnya, chip yang tersedia untuk komputer dan ponsel pintar menjadi langka dan mahal.
Menurut laporan Jefferies Equity yang dikutip dalam pemberitaan, harga chip memori diperkirakan akan meningkat tajam secara bertahap. Pada kuartal ketiga 2026, harga diproyeksikan naik sebesar 40-50%, disusul kenaikan 30-40% pada kuartal keempat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Tren ini diperkirakan berlanjut hingga 2027 dengan kenaikan harga mencapai 40-45%. Para analis baru memperkirakan harga akan mulai menurun ketika pabrik-pabrik baru mulai beroperasi, yang diperkirakan terjadi pada tahun 2028.
Perusahaan riset pasar Gartner memproyeksikan harga komputer global akan naik rata-rata sekitar 17% tahun ini, sementara harga smartphone diprediksi naik sekitar 13% dibandingkan tahun lalu. Apple disebut sebagai salah satu perusahaan pertama yang merespons dengan menaikkan harga beberapa model MacBook dan iPad untuk mengimbangi biaya komponen.
Kenaikan ini tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga berpotensi mengubah strategi produsen. Ranjit Atwal, direktur riset senior di Gartner, meyakini bahwa fitur AI yang membutuhkan banyak memori akan menjadi semakin mahal. Untuk menekan biaya, produsen mungkin mengurangi fitur AI pada model kelas menengah atau hanya menyertakannya pada model kelas atas yang lebih mahal.
Selain harga, konsumen juga menghadapi risiko kekurangan pasokan. Jon Gold, Wakil Presiden Federasi Ritel Nasional (NRF), memperingatkan bahwa kelangkaan chip memori dapat menyebabkan peritel besar seperti Best Buy, Amazon, dan Walmart kekurangan stok. Pembeli akan memiliki lebih sedikit pilihan dalam hal model dan konfigurasi perangkat.
Kondisi ini mendorong perubahan kebiasaan. Banyak konsumen kini memilih memperpanjang masa pakai perangkat mereka menjadi 4-5 tahun atau lebih, alih-alih mengganti setiap 2-3 tahun. Gartner memperkirakan tren ini akan menyebabkan penjualan PC global turun sekitar 10,4% dan penjualan smartphone turun 8,4% tahun ini.
Sebelumnya, banyak pihak berharap produsen chip Tiongkok seperti CXMT dan YMTC dapat membantu mendinginkan pasar. Namun, menurut Jefferies, harapan itu kemungkinan besar tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Harga chip memori dari perusahaan-perusahaan di Tiongkok daratan saat ini tidak jauh lebih rendah dari harga produsen global utama. Selain itu, produksinya sebagian besar masih melayani pasar domestik sehingga belum mampu mengimbangi kekurangan global.
Para ahli meyakini harga chip memori kemungkinan besar tidak akan turun dalam jangka pendek. Konsumen disarankan mempertimbangkan dengan cermat sebelum meningkatkan perangkat, karena harga komputer dan telepon diperkirakan akan tetap tinggi setidaknya hingga akhir tahun 2027.