SULAWESI BARAT — Insentif PPN yang dipangkas menjadi 1% untuk kendaraan listrik dengan TKDN di atas 40% membuat pilihan mobil ramah lingkungan di segmen harga menengah kian terbuka. Produsen pun berlomba menghadirkan model yang tidak hanya irit biaya operasional, tetapi juga cukup nyaman untuk perjalanan antarkota.
Bagi Anda yang berencana membawa mobil listrik liburan ke luar kota, jarak tempuh dan dukungan infrastruktur pengisian daya jadi dua faktor utama. Berikut lima rekomendasi yang bisa dipertimbangkan.
Wuling Air EV Long Range: Paling Terjangkau dengan Jarak 300 Km
Varian tertinggi dari mobil mungil ini dibanderol sekitar Rp 275 juta setelah subsidi. Dengan baterai 26,7 kWh, Air EV Long Range diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 km dalam sekali pengisian penuh.
Kabinnya cukup untuk empat penumpang, cocok untuk keluarga kecil yang ingin bepergian ringan. Sayangnya, fitur DC fast charging tidak tersedia di semua varian, jadi perencanaan rute pengisian daya perlu lebih matang.
Seres E1 L-Type: Harga Paling Murah, Tapi Terbatas untuk Perkotaan
Dengan harga sekitar Rp 219 juta, Seres E1 menjadi mobil listrik termurah di daftar ini. Jarak tempuhnya 220 km—cukup untuk perjalanan Jakarta-Bandung sekali jalan tanpa berhenti isi daya.
Ukurannya yang kompak membuatnya lincah di jalanan padat, namun ruang bagasi terbatas. Mobil ini lebih cocok untuk perjalanan jarak pendek ke luar kota, seperti ke puncak atau wisata dekat kota besar.
Neta V: Jarak Tempuh Terjangkau, Fitur Paling Modern
Harga normal Neta V berada di kisaran Rp 317–379 juta, tetapi beberapa program promo bisa mendekati angka Rp 300 juta. Keunggulan utamanya ada pada jarak tempuh hingga 401 km—paling panjang di kelasnya.
Layar sentuh 14,6 inci dan fitur keselamatan lengkap seperti ABS, EBD, serta airbag ganda membuat perjalanan panjang terasa lebih aman dan menyenangkan. Dukungan DC fast charging juga menjadi nilai plus untuk memangkas waktu berhenti di SPKLU.
Citroën e-C3: Suspensi Nyaman Khas Prancis, Harga Spesial
Meski harga normalnya Rp 380,5 juta, Citroën e-C3 sempat ditawarkan dalam program khusus sebesar Rp 289,5 juta. Mobil ini dikenal dengan suspensi yang empuk, cocok untuk menyerap guncangan di jalan rusak atau aspal bergelombang khas jalur luar kota.
Jarak tempuhnya mencapai 320 km, berada di posisi tengah-tengah antara Wuling Air EV dan Neta V. Namun, jaringan diler dan bengkel resmi Citroën di Indonesia masih terbatas, jadi pastikan rute liburan Anda melewati kota yang memiliki layanan purna jual.
BYD Atto 1 Dynamic: Baterai Blade yang Aman, Harga Mulai Rp 199 Juta
Varian Dynamic dari BYD Atto 1 dibanderol mulai Rp 199 juta, menjadikannya salah satu SUV listrik termurah. Teknologi Blade Battery yang diklaim lebih tahan terhadap kebocoran dan overheat menjadi daya tarik utama untuk perjalanan jarak menengah.
Dengan jarak tempuh 300 km, mobil ini cukup untuk perjalanan pulang-pergi Jakarta-Bandung tanpa isi daya di tengah jalan. Fitur fast charging juga tersedia, memudahkan pengisian saat berhenti untuk istirahat.
Tips Sebelum Memilih: Prioritaskan Fast Charging dan Rute SPKLU
Untuk perjalanan liburan, pastikan mobil listrik pilihan Anda mendukung DC fast charging. Fitur ini memungkinkan pengisian daya dari 10% ke 80% dalam waktu 30–60 menit.
Selain itu, periksa ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang rute tujuan. Beberapa jalur tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera sudah dilengkapi SPKLU, namun di jalur alternatif masih jarang ditemukan.
Terakhir, perhatikan kapasitas bagasi dan kenyamanan kabin. Mobil listrik di bawah Rp 300 juta umumnya bertubuh kompak, jadi pastikan barang bawaan Anda muat tanpa mengorbankan ruang kaki penumpang.