Pencarian

Gebyar PAUD Way Kanan 2026: Ruang Ekspresi Anak Usia Dini

Jumat, 02 Oktober 2026 • 14:19:31 WIB
Gebyar PAUD Way Kanan 2026: Ruang Ekspresi Anak Usia Dini
Peserta didik menampilkan kreativitas pada Gebyar PAUD Kabupaten Way Kanan di Gedung Serba Guna, Rabu (30/9/2026).

SULAWESI BARAT — Sebanyak 255 peserta didik dan 105 pendidik memeriahkan Gebyar PAUD Kabupaten Way Kanan di Gedung Serba Guna, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi anak sekaligus pengingat bahwa pendidikan usia dini bukan soal calistung, melainkan fondasi mental, emosional, sosial, dan fisik si kecil.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Way Kanan, Joko Susanto, hadir mewakili Kepala Kantor dalam acara yang juga dihadiri Bunda PAUD dan unsur Forkopimda setempat. Menurut Joko, pendampingan anak usia dini harus disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing.

Pendekatan itu, katanya, membantu anak tumbuh optimal sebelum masuk jenjang pendidikan berikutnya. Acara ini pun bukan sekadar panggung pentas, tapi ajang apresiasi bagi para pendidik yang mendampingi tumbuh kembang anak setiap hari.

PAUD Bukan Sekadar Tempat Belajar Angka dan Huruf

Joko menegaskan pendidikan usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Menurutnya, banyak orang tua masih mengukur keberhasilan PAUD dari kemampuan anak membaca atau berhitung.

“PAUD bukan sekadar tempat mengenal angka dan huruf. PAUD menjadi ruang mempersiapkan mental, emosional, sosial, dan fisik anak,” ujar Joko.

Pandangan ini sejalan dengan praktik pendidikan anak usia dini yang menempatkan bermain sebagai metode utama belajar. Lewat bermain, anak melatih kemandirian, kemampuan sosial, dan kepercayaan diri tanpa tekanan akademik berlebih.

Peran Pendidik PAUD dalam Membentuk Karakter Anak

Joko juga menyoroti kontribusi guru PAUD dalam membangun fondasi perkembangan anak. Pendidik disebutnya berperan penting dalam membentuk karakter, kemandirian, serta kemampuan sosial anak sejak dini.

“Pendidik PAUD memiliki peran penting dalam membangun fondasi anak. Di sinilah anak mendapatkan ruang aman untuk tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Bagi ibu yang sedang memilih satuan PAUD untuk si kecil, pesan ini bisa jadi pengingat. Guru yang memahami tahap perkembangan anak akan lebih sabar mendampingi, bukan menuntut hasil instan.

Gebyar PAUD Jadi Wadah Kreativitas Anak

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan, Kiki Christianto, menyebut Gebyar PAUD sebagai momentum memberi ruang ekspresi kepada anak. Kegiatan tersebut sekaligus bentuk apresiasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

“Kami ingin anak-anak dapat mengembangkan potensi dirinya. Mereka diharapkan tumbuh sesuai dengan tingkat perkembangannya,” kata Kiki.

Dalam acara ini, anak-anak menampilkan potensi dan kreativitas mereka di depan peserta dan orang tua. Momen seperti ini melatih keberanian anak tampil di depan orang banyak, keterampilan yang berguna saat masuk sekolah dasar nanti.

Sinergi Orang Tua dan Sekolah Kunci Tumbuh Kembang Anak

Joko berharap sinergi pemerintah, satuan PAUD, pendidik, dan orang tua terus diperkuat. Kolaborasi itu dinilai penting untuk mendukung pendidikan anak usia dini di Way Kanan.

Ia juga berharap PAUD mampu mempersiapkan anak menghadapi pendidikan dasar. Anak diharapkan tumbuh percaya diri, berkarakter, dan mampu mengembangkan potensinya.

Bagi ibu di rumah, dukungan bisa dimulai dari hal sederhana: memberi anak waktu bermain bebas, mendengarkan ceritanya sepulang sekolah, dan tidak membandingkan pencapaiannya dengan anak lain. Fondasi yang kuat di masa PAUD akan terasa manfaatnya jauh setelah anak lulus TK.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks