SULAWESI BARAT — Band rumahsakit menghentikan penampilannya di acara gratis AsikFest 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, lebih awal akibat kericuhan penonton yang berujung dugaan pencopetan hingga baku hantam. Keputusan itu diambil setelah situasi dinilai tak lagi kondusif dan berpotensi membahayakan penonton maupun musisi. Pihak band menyampaikan permohonan maaf resmi melalui Instagram pada Jumat siang, 23 Oktober 2026.
Jakarta — Kericuhan mewarnai penampilan rumahsakit dalam gelaran AsikFest 2026 di pelataran lobi Lippo Mall Nusantara. Band yang dijadwalkan naik panggung sekitar pukul 19.30 WIB itu berbagi panggung dengan bangkutaman serta trio podcaster komedi Grind Boys dalam acara gig gratis tersebut. Situasi mulai memburuk ketika kerumunan penonton tak lagi terkendali di tengah pertunjukan.
Sejumlah video yang beredar di media sosial merekam berbagai insiden selama konser berlangsung. Mulai dari dugaan aksi pencopetan yang berujung baku hantam, penonton yang saling tarik-menarik, hingga aksi crowd surfing yang berjalan tidak kondusif.
Kericuhan memuncak saat sejumlah penonton merangsek ke atas panggung untuk berebut kertas setlist atau daftar lagu yang dibawakan rumahsakit. Situasi itu membuat jalannya pertunjukan semakin sulit dikendalikan oleh pihak penyelenggara maupun band.
Melalui pernyataan resmi di Instagram Story akun @rumahsakitband pada Jumat siang, 23 Oktober 2026, band tersebut meminta maaf karena harus mengakhiri penampilan lebih awal. Keputusan diambil setelah mereka menilai kondisi di lokasi semakin tidak kondusif dan berpotensi membahayakan pihak-pihak yang hadir.
"Kami atas nama band rumahsakit ingin minta maaf sebesar-besarnya untuk gig kami di Lippo Mall Nusantara Jakarta tadi malam, yang harus kami putuskan untuk berhenti sebelum waktunya karena melihat situasi yang sudah tidak kondusif," tulis pihak rumahsakit.
Band mengaku telah beberapa kali berupaya menenangkan penonton di sela-sela lagu. Upaya itu tak membuahkan hasil, sehingga mereka khawatir insiden yang lebih serius terjadi bila pertunjukan diteruskan.
"Kami sudah mencoba menenangkan beberapa kali selama pertunjukan berlangsung di sela-sela lagu, namun ternyata situasi makin tidak terkendali sehingga kami sangat khawatir jika pertunjukan dilanjutkan akan terjadi sesuatu yang lebih sangat tidak diinginkan oleh semua pihak," lanjut pernyataan tersebut.
rumahsakit secara khusus meminta maaf kepada penggemarnya yang akrab disapa Pasien. Band memahami antusiasme mereka untuk bernyanyi bersama dan menikmati lagu-lagu rumahsakit secara langsung. Namun kondisi di lokasi membuat daftar lagu yang telah disiapkan tidak tuntas dibawakan.
"Kami sangat sadar betapa para pasien sangat antusias untuk 'konsultasi' dan bergembira bersama, bernyanyi dan menikmati lagu-lagu kami. Jadi dengan doa dari para pasien kami akan terus berusaha untuk tetap memenuhi kebutuhan tersebut di lain kesempatan," ungkap pihak band.
Insiden tersebut, menurut rumahsakit, perlu menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. Band menekankan pentingnya suasana pertunjukan yang aman dan nyaman, baik bagi musisi maupun penonton.
"Namun kami merasa kejadian tadi malam juga harus dijadikan pembelajaran bersama ke semua pihak yang terlibat, agar semua bisa terhibur dan menghibur dengan nyaman dan semua bisa pulang dalam keadaan sehat dan bahagia," sambung mereka.
Menutup pernyataannya, rumahsakit berterima kasih atas antusiasme penggemar dan dukungan penyelenggara. Band mengajak seluruh pihak saling menjaga agar kejadian serupa tidak terulang di pertunjukan mendatang.
"Sekali lagi terima kasih atas antusias para pasien, terima kasih juga kepada penyelenggara, mari kita saling menjaga dan sampai bertemu di gig selanjutnya!" tutup rumahsakit.
Insiden di AsikFest 2026 menambah catatan soal pengelolaan massa pada konser gratis di ruang publik. Antusiasme penonton yang tinggi tanpa pengaturan kerumunan memadai kerap berujung pada risiko keselamatan, terutama saat panggung berjarak dekat dengan penonton.