MAMUJU — Penataran yang digelar FORKI Sulawesi Barat menyasar tiga hal sekaligus: pembekalan wasit juri, akreditasi pelatih, dan penyamaan persepsi soal aturan pertandingan. Dukungan datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta jajaran Palaka Wira dan TNI.
Lewat sertifikasi ini, pelatih dan perangkat pertandingan diharapkan mampu mencetak atlet berbakat yang siap bersaing di panggung nasional hingga internasional.
Dalam sesi pembekalan, pemateri menekankan bahwa kejujuran dan penguasaan aturan pertandingan adalah fondasi kepemimpinan wasit yang adil di atas tatami. Peserta dibekali materi tentang cara memimpin pertandingan sesuai peraturan yang berlaku.
"Pimpinlah pertandingan dengan baik sesuai peraturan yang berlaku. Sebagai wasit, kita wajib menjaga integritas," tegas pemateri di hadapan puluhan peserta.
Para peserta penataran dibekali empat pilar utama dalam menjalankan tugas sebagai perangkat pertandingan. Materi ini menjadi standar kompetensi yang harus dipenuhi sebelum dinyatakan lulus akreditasi.
Penataran ini menjadi langkah strategis untuk mendongkrak kualitas, profesionalisme, dan kepemimpinan para pengadil lapangan serta pelatih karate di seluruh wilayah Sulbar. Dengan standar kompetensi yang seragam, diharapkan tercipta ekosistem pembinaan atlet yang lebih baik.
FORKI Sulbar menargetkan lahirnya atlet-atlet berbakat yang mampu membawa nama daerah bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan organisasi dalam membangun prestasi karate di Sulawesi Barat.