MAMUJU — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat Darwis Damir menyatakan penerapan nilai Pancasila di Sulbar diwujudkan melalui misi pembangunan Panca Daya. Lima pilar pembangunan daerah yang diusung Gubernur Suhardi Duka itu dirancang selaras dengan pembuktian nilai setiap sila, terutama penguatan ekonomi, penuntasan kemiskinan, dan keadilan sosial.
Menurut Darwis, pertumbuhan ekonomi menjadi pintu masuk bagi pengamalan nilai-nilai Pancasila di tingkat warga. Ketika ekonomi bergerak, ia menilai sila-sila dalam Pancasila bisa berjalan dalam praktik sehari-hari, bukan hanya dibacakan saat upacara.
Darwis menjelaskan, misi Panca Daya menargetkan penurunan angka kemiskinan sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Sulbar. Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi disebut menjadi langkah konkret untuk mencapai target itu.
"Langkah konkretnya, Pak Gubernur mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan ekonomi yang baik, Sila Ketujuh dan Sila Kedua bisa berjalan. Misi Pancadaya juga menargetkan penurunan angka kemiskinan sebagai wujud keadilan sosial bagi seluruh masyarakat," kata Darwis.
Pilar pembangunan sumber daya manusia berkarakter dalam Panca Daya menjadi fondasi melahirkan generasi yang punya rasa empati dan saling menghormati. Nilai kebangsaan menjadi landasan pembentukan karakter warga di daerah itu.
Penguatan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah di Sulbar juga diposisikan sebagai manifestasi pengamalan Pancasila. Perbaikan tata kelola pemerintahan yang bersih disebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman dan adil bagi warga.
Darwis mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran dalam mengamalkan Pancasila. Warga diminta taat membayar pajak, pelaku usaha tidak menimbun barang, dan budaya gotong royong didorong di lingkungan sekolah.
"Target utama kita adalah menjadikan Pancasila sebagai praktik nyata kehidupan sehari-hari, bukan sekadar teori atau teks yang dibacakan saat upacara," tutupnya.