Banhub Sulbar Bawa Pesan Kebudayaan dari TMII: Seni Jadi Fondasi Cetak SDM Unggul, Bukan Sekadar Hiburan

Penulis: Ragil  •  Senin, 22 Juni 2026 | 15:33:31 WIB
Banhub Sulbar mengunjungi TMII untuk memperkuat peran seni dalam pengembangan SDM unggul.

MAMUJU — Seni dan kebudayaan, menurut Banhub Sulbar, bukan lagi sekadar pelengkap acara seremonial atau hiburan rakyat semata. Kunjungan ke TMII baru-baru ini menjadi titik tolak untuk merumuskan ulang peran strategis seni dalam pembangunan manusia di Sulawesi Barat.

Mengapa Seni Dianggap Fondasi, Bukan Sekadar Pelengkap?

Dalam diskusi yang berlangsung di Anjungan Sulawesi Barat, TMII, para pejabat Banhub Sulbar menekankan bahwa proses kreatif dalam seni—mulai dari menari, bermusik, hingga melukis—melatih kedisiplinan, kerja sama, dan kepekaan sosial. Kualitas-kualitas ini dinilai menjadi modal dasar yang hilang jika pendidikan hanya berfokus pada aspek kognitif semata.

“Seni mengajarkan kita tentang ketekunan. Seorang penari tidak bisa asal gerak, ada pakem yang harus dihormati. Di situlah karakter terbentuk,” ujar perwakilan Banhub Sulbar saat memandu rombongan.

Apa yang Bisa Dipetik dari TMII untuk Sulbar?

TMII dianggap sebagai laboratorium mini kebhinekaan Indonesia. Bagi Banhub Sulbar, melihat langsung bagaimana 34 provinsi menampilkan identitas budayanya memberikan gambaran konkret tentang potensi ekonomi dan sosial dari pengelolaan seni. Anjungan Sulbar sendiri menjadi etalase yang diharapkan bisa memicu kebanggaan generasi muda terhadap budaya Mandar, Mamasa, dan suku-suku lain di Sulbar.

Ke depan, Banhub Sulbar berencana mendorong agar program-program kebudayaan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah mengintegrasikan kesenian lokal ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah, bukan hanya sebagai ekstrakurikuler.

Langkah Nyata: Dari Refleksi ke Aksi di Daerah

Kunjungan ini bukan sekadar studi tiru. Banhub Sulbar akan menyusun rekomendasi konkret untuk Pemerintah Provinsi Sulbar. Rekomendasi itu mencakup pengalokasian anggaran khusus untuk revitalisasi sanggar-sanggar seni di kampung-kampung serta pelatihan bagi guru kesenian agar metode pengajarannya relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi.

Pesan yang dibawa pulang dari TMII cukup tegas: investasi pada seni adalah investasi jangka panjang pada karakter manusia. Jika SDM unggul adalah target, maka seni bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Reporter: Ragil
Sumber: radarsulbar.fajar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top