Menara Pakaya Disulap dengan Ornamen Tembaga, Siap Jadi Ikon Wisata Gorontalo Menyambut Penas 2026

Penulis: Ragil  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 14:52:01 WIB
Menara Pakaya di Gorontalo kini dihiasi ornamen tembaga bertema hasil bumi dan pertanian.

SULAWESI BARAT — Rencana pemolesan Menara Pakaya telah dimatangkan sejak dua tahun lalu. Rachmat Gobel menilai, meski sempat direnovasi, daya tarik menara itu belum optimal. Ia ingin ikon tersebut menjadi simbol kebanggaan warga sekaligus magnet bagi wisatawan.

Sentuhan Seniman Tembaga Yogyakarta

Gobel menggandeng perajin tembaga asal Yogyakarta, Hermawan, untuk mewujudkan wajah baru menara. Seniman ini telah memiliki rekam jejak pengerjaan karya seni di Gorontalo sebelumnya.

"Ornamen yang dipasang mengangkat tema hasil bumi dan pertanian, dengan motif tanaman, biji-bijian, serta dedaunan. Semuanya merepresentasikan sumber kehidupan dan kemakmuran masyarakat Gorontalo," ujar Rachmat Gobel dalam keterangannya, Senin (14/4).

Dampak Ekonomi untuk UMKM Lokal

Pembenahan ikon kota ini tidak hanya menyasar aspek estetika. Rachmat Gobel menilai, destinasi wisata yang lebih menarik dapat mendorong lonjakan kunjungan wisatawan ke Gorontalo.

Peningkatan pengunjung diharapkan membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan Menara Pakaya. "Ini bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata," kata dia.

Kaitan dengan Agenda Nasional Penas 2026

Revitalisasi Menara Pakaya menjadi salah satu persiapan daerah menyambut Penas XVII pada 2026. Ajang nasional itu diproyeksikan mendatangkan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia ke Gorontalo.

Pemerintah daerah berharap penampilan baru menara ikonis ini mampu menjadi daya tarik utama bagi peserta dan tamu acara. Dengan demikian, sektor pariwisata dan UMKM Gorontalo dapat meraih manfaat langsung dari gelaran berskala nasional tersebut.

Reporter: Ragil
Sumber: video.medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top