SULAWESI BARAT — Pertandingan berjalan tanpa gol hingga menit ke-74 sebelum Manzambi yang baru masuk pada menit ke-71 memecah kebuntuan. Pemain berusia 20 tahun milik Freiburg itu melepaskan voli keras yang tak mampu dihalau kiper Bosnia, Nikola Vasilj. Hanya butuh 166 detik bagi Manzambi untuk mencatatkan namanya di papan skor.
Keunggulan Swiss bertambah cepat setelah Bosnia harus bermain dengan 10 orang. Tarik Muharemovic diganjar kartu merah langsung pada menit ke-80 karena menjatuhkan Breel Embolo sebagai pemain terakhir. Embolo yang lolos dari jebakan offside menjadi korban tekel keras dari belakang.
Dari pelanggaran itu, Swiss mencetak gol kedua. Embolo beralih peran menjadi pengumpan untuk Ruben Vargas yang juga baru masuk sebagai pemain pengganti. Vargas melepaskan tembakan first-time yang merobek jala gawang Bosnia pada menit ke-84.
Manzambi menunjukkan ketajamannya lagi pada menit ke-90. Vargas kembali menjadi kreator dengan menarik bola dari garis gawang sebelum memberi umpan matang yang langsung disontek Manzambi untuk gol keduanya malam itu. Skor berubah menjadi 3-0.
Bosnia sempat memperkecil kedudukan melalui voli indah Ermin Mahmic pada menit ke-90+3. Namun, Swiss memastikan kemenangan lewat penalti Granit Xhaka di menit ke-90+7 setelah Djibril Sow dilanggar di kotak terlarang.
Data statistik mencatat dominasi Manzambi sepanjang ia berada di lapangan. Pemain yang dinobatkan sebagai Europa League Young Player of the Season musim lalu itu menjadi pemain Swiss dengan jumlah tembakan tepat sasaran, dribel, dan aksi di kotak penalti lawan terbanyak. Hanya dua rekan setimnya yang memenangi lebih banyak duel dari Manzambi.
Pelatih Murat Yakin punya pekerjaan rumah menyenangkan untuk laga pamungkas melawan Kanada, Rabu (24/6) mendatang. Penampilan Manzambi sebagai super sub memberinya opsi baru di lini depan. Swiss saat ini duduk di peringkat kedua Grup B dengan koleksi 4 poin, unggul selisih gol dari Kanada yang juga mengoleksi 4 poin.