MAMUJU — Upacara yang digelar setiap bulan di lingkungan Pemprov Sulbar itu bukan sekadar rutinitas seremonial. Dalam amanatnya mewakili Gubernur Suhardi Duka, Amir Dado menyebut momen ini sebagai ajang refleksi untuk memperkuat komitmen abdi negara.
“Ini adalah momentum refleksi bagi kita semua untuk meneguhkan kembali komitmen, loyalitas, dan tanggung jawab kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” kata Amir Dado.
Amir Dado secara spesifik menyoroti tiga hal yang harus menjadi perhatian seluruh ASN di lingkungan Pemprov Sulbar. Pertama, peningkatan kedisiplinan sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurutnya, disiplin waktu dan kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor krusial agar program kerja berjalan sesuai rencana. “Kedisiplinan merupakan cerminan profesionalisme aparatur negara,” tegasnya.
Kedua, ia meminta seluruh perangkat daerah fokus pada percepatan realisasi program pembangunan dan pelayanan publik. Target kinerja harus tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel. Pengelolaan anggaran yang efektif juga ditekankan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Ketiga, Amir Dado mengingatkan agar ASN menjaga netralitas dan soliditas di tengah dinamika politik serta maraknya penyebaran informasi hoaks di media sosial. “Mari kita selalu mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah daerah dengan dedikasi penuh,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Amir Dado turut mengapresiasi capaian Pemprov Sulbar yang berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak 12 kali berturut-turut.
Ia mengakui bahwa mempertahankan prestasi tersebut jauh lebih berat daripada meraihnya untuk pertama kali. Capaian ini, kata dia, harus menjadi cambuk untuk terus meningkatkan kinerja, bukan justru membuat aparatur lengah.
“Mempertahankan keberhasilan jauh lebih berat daripada meraih keberhasilan itu sendiri,” ujar Amir Dado.
Amir Dado secara khusus mengajak seluruh ASN untuk mengubah pola pikir. Ia ingin birokrasi di Sulbar bertransformasi dari yang lambat melayani menjadi cepat, mudah, dan transparan.
“Saya mengajak kita semua mengubah pola pikir dari birokrat yang lambat melayani menjadi birokrat yang melayani masyarakat dengan cepat, mudah, dan transparan,” ujarnya.
Di akhir amanatnya, ia menyampaikan terima kasih kepada ASN yang telah menunjukkan dedikasi tinggi. Namun, ia juga mengingatkan mereka yang masih kurang disiplin untuk menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai bahan introspeksi memperbaiki diri. (Rls)