SULAWESI BARAT — BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 0,90 Lintang Selatan dan 121,44 Bujur Timur. Lokasi persisnya di laut, sekitar 25 kilometer barat laut Tojo Una Una, dengan kedalaman hanya 5 kilometer. Gempa terjadi pukul 20.18.20 WIB.
Skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Ampana mencapai II hingga III. Pada skala II, getaran tidak dirasakan oleh kebanyakan orang, hanya oleh beberapa orang dalam kondisi tertentu, namun terekam jelas oleh alat. Skala III berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk melintas.
BMKG menyatakan informasi ini diteruskan kepada masyarakat setempat sebagai langkah antisipasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
BMKG mencatat dalam sepekan terakhir terjadi 39 kali aktivitas gempa signifikan yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Variasi magnitudo dan kedalaman menandakan tingginya dinamika lempeng tektonik di tanah air.
Gempa di Tojo Una Una ini merupakan salah satu dari rangkaian aktivitas tersebut. Wilayah Sulawesi sendiri dikenal sebagai zona pertemuan lempeng yang aktif, sehingga gempa dangkal kerap terjadi. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kedalaman dangkal 5 kilometer menunjukkan gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut Tojo Una Una. Mekanisme ini lazim terjadi di kawasan Teluk Tomini yang memiliki struktur geologi kompleks.
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami karena magnitudo 3,5 berada jauh di bawah ambang batas potensi tsunami, yaitu magnitudo 7,0 untuk gempa dangkal di laut. Masyarakat diimbau memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal untuk memastikan tidak ada retakan akibat getaran.