Pemerintah Vietnam Imbau 58 Provinsi Siaga Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstrem 250 mm

Penulis: Fajar  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 16:34:01 WIB
Pemerintah Vietnam mengimbau 58 provinsi siaga banjir dan longsor akibat hujan ekstrem.

SULAWESI BARAT — Komite Pengarah Nasional untuk Pertahanan Sipil Vietnam memerintahkan 58 provinsi dan kota untuk mengaktifkan status siaga bencana. Instruksi tertuang dalam Surat Resmi No. 16/BC?-BNNMT yang diterbitkan menyusul peringatan dari Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional tentang potensi banjir bandang dan tanah longsor di wilayah pegunungan.

Daerah Terdampak dan Intensitas Hujan

Berdasarkan data prakiraan terkini, dua gelombang hujan diperkirakan terjadi secara berurutan. Gelombang pertama mulai malam ini, 29 Mei, hingga 31 Mei akan memengaruhi kawasan Selatan dan Provinsi Lam Dong dengan curah hujan umum 60-120 mm, dan titik ekstrem di atas 250 mm.

Gelombang kedua pada sore dan malam yang sama menyasar wilayah Utara dan Tengah Utara dengan curah hujan 15-30 mm, namun beberapa titik bisa menerima lebih dari 100 mm. Sementara itu, bagian timur provinsi dari Gia Lai hingga Khanh Hoa serta daerah lain di Dataran Tinggi Tengah diprediksi mendapat curah hujan 10-30 mm, dengan potensi lebih dari 60 mm di lokasi tertentu.

Ancaman Bencana Sekunder: Banjir Perkotaan hingga Longsor Lereng

Pemerintah memperingatkan bahwa hujan deras dalam durasi singkat berpotensi memicu banjir di kawasan dataran rendah, zona perkotaan padat penduduk, dan kawasan industri. Selain itu, sungai-sungai kecil dan aliran air di wilayah perbukitan terancam banjir bandang, sementara lereng-lereng curam di provinsi pegunungan seperti Lam Dong masuk kategori rawan longsor.

Badai petir yang menyertai hujan juga membawa risiko tornado, petir, hujan es, dan hembusan angin kencang yang dapat merusak infrastruktur dan permukiman warga.

Langkah Tanggap Darurat: Evakuasi Wajib di Zona Merah

Dalam surat edarannya, Komite Pengarah Nasional untuk Pertahanan Sipil meminta pemerintah daerah untuk segera meninjau dan mengevakuasi penduduk yang bermukim di daerah berisiko tinggi terhadap banjir bandang dan tanah longsor. Proses evakuasi harus dilakukan ke lokasi yang aman sebelum hujan mencapai puncaknya.

Pemerintah daerah juga diminta menyiagakan pasukan lokal untuk merespons cepat jika terjadi keadaan darurat. “Pantau dengan saksama buletin peringatan dan prakiraan cuaca tentang hujan lebat, tornado, petir, hujan es, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor; segera informasikan kepada pihak berwenang setempat dan masyarakat untuk secara proaktif mengambil tindakan pencegahan yang tepat,” demikian bunyi instruksi dalam surat resmi tersebut.

Komunikasi Akar Rumput Jadi Kunci Minimalisasi Korban

Pemerintah pusat menekankan pentingnya penguatan sistem informasi dan komunikasi hingga tingkat akar rumput. Masyarakat di daerah rawan bencana harus dibekali keterampilan tanggap darurat, seperti cara menghindari sambaran petir, langkah evakuasi saat banjir bandang, dan prosedur penyelamatan diri saat tanah longsor.

Petugas jaga di setiap provinsi diminta untuk disiplin dan secara teratur melaporkan perkembangan situasi kepada Departemen Manajemen Tanggul dan Pencegahan serta Pengendalian Bencana di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup. Langkah ini diambil untuk memastikan koordinasi respons bencana berjalan tanpa hambatan selama periode cuaca ekstrem.

Reporter: Fajar
Sumber: vietnam.vn This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top