Perpres 26/2026 Terbit, Kementerian ESDM Bisa Impor Minyak Mentah dan BBM Langsung Lewat Lemigas

Penulis: Ragil  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:58 WIB
Kementerian ESDM kini dapat mengimpor minyak mentah dan BBM langsung melalui Lemigas sesuai Perpres 26/2026.

SULAWESI BARAT — Selama ini, impor minyak mentah dan BBM nyaris sepenuhnya bergantung pada Pertamina dan anak usahanya, Pertamina Patra Niaga. Namun, dengan terbitnya Perpres 26/2026, peta jalan pengadaan energi nasional berubah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini memiliki jalur alternatif melalui BLU yang sudah ada, tanpa perlu membentuk lembaga baru.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa pemerintah tidak bernama membikin birokrasi baru. “Kita akan mengoptimalkan penggunaan BLU yang ada, di antaranya adalah Lemigas. Jadi pengadaan dari Lemigas. Jadi dari regulasi ini (Lemigas) bisa melakukan impor,” ujarnya di Jakarta, Jumat (29/5).

Mengapa Lemigas? Bukan Sekadar Laboratorium

Lemigas selama ini lebih dikenal sebagai pusat riset dan pengujian migas. Didirikan pada 1965, lembaga di bawah Kementerian ESDM ini bertugas melakukan penelitian, pengujian kualitas BBM dan LPG, hingga sertifikasi peralatan migas. Kini, perannya diperluas secara signifikan.

Dengan statusnya sebagai BLU, Lemigas memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan yang lebih longgar dibanding unit kerja biasa. Hal ini memungkinkan lembaga tersebut untuk bergerak cepat dalam pengadaan darurat atau mengisi celah pasokan yang selama ini hanya bisa dilakukan Pertamina. “Pengadaan itu melalui BLU di bidang energi. Pengaturan itu juga di dalam Perpres 26 ini sudah diatur,” tambah Yuliot.

Dampak Langsung: Stok Lebih Aman, Harga Lebih Kompetitif?

Kebijakan ini membuka peluang diversifikasi sumber pasokan. Jika selama ini negosiasi impor terpusat di satu BUMN, kehadiran Lemigas sebagai pembeli baru bisa menciptakan persaingan harga yang lebih sehat. Dalam jangka pendek, pemerintah memiliki opsi untuk mengamankan stok nasional tanpa harus menunggu rantai birokrasi Pertamina.

Di sisi lain, Lemigas juga tengah aktif dalam pengembangan teknologi energi rendah karbon seperti carbon capture storage (CCS) dan biofuel. Integrasi antara fungsi riset dan fungsi pengadaan langsung diharapkan bisa mempercepat adopsi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan di pasar domestik.

Perpres 26/2026 menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada satu korporasi dalam hal yang paling strategis: energi. Pertamina tetap menjadi pemain utama, tapi kini bukan lagi satu-satunya pemain.

Reporter: Ragil
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top