Kronologi 8 Siswa SMK di Polman Pengeroyok 2 Satpam Gegara Ditegur Merokok, 3 Dalang Diskors 14 Hari

Penulis: Saiful  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:31:13 WIB
Tiga siswa SMKN 1 Polewali diskors 14 hari akibat pengeroyokan dua satpam setelah ditegur merokok.

POLEWALI — Tiga siswa SMK Negeri 1 Polewali resmi diskorsing selama 14 hari, efektif sejak 18 Mei hingga 1 Juni 2026. Keputusan itu diumumkan langsung Kepala SMKN 1 Polewali, Mustari, pada Selasa (26/5/2026). Tiga siswa berinisial FA, NA, dan SA itu diminta mencari sekolah baru seusai menjalani ujian semester.

"Ketiga anak itu kami berikan sanksi skorsing," ujar Mustari kepada wartawan.

Orang tua ketiga siswa disebut telah menerima putusan tersebut. Pihak sekolah bahkan siap memberikan surat pindah begitu ada sekolah tujuan yang jelas. "Dan kami arahkan kalau bisa anak ini dicarikan memang sekolah dan kami akan berikan surat pindah ketika sudah ada sekolah yang didapatkan. Orang tua menerima dengan baik (putusan sanksi) karena telah menjembatani anaknya demi kebaikannya," beber Mustari.

Awal Mula: Teguran Merokok Berujung Pengeroyokan

Insiden bermula Selasa (12/5) sekitar pukul 15.30 Wita di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali. Dua satpam berinisial MR (24) dan MS (28) mendapati sejumlah siswa masih berkumpul di area sekolah saat jam pulang. Saat ditegur karena memanjat pagar dan merokok, delapan siswa justru bereaksi dengan melakukan penganiayaan.

"Telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang berawal saat seorang satpam (korban) menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah," kata KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana.

Peristiwa itu terekam kamera warga dan menyebar cepat di media sosial, memicu kecaman publik terhadap aksi brutal para pelajar tersebut.

Pembagian Sanksi: Dalang Diskors, Siswa Lain Dibina BK

Dari delapan siswa yang terlibat, pihak sekolah memetakan peran masing-masing. Tiga siswa disebut sebagai pemicu utama pengeroyokan. Sementara lima siswa lainnya terbukti ikut memukul namun bukan inisiator konflik. Kelima siswa itu akan menjalani pembinaan intensif oleh guru Bimbingan Konseling (BK).

"Yang 5 itu juga memukul tapi bukan pemicu masalahnya. Insyaallah masih bisa dibina, salah satu pembinaannya tiap hari melapor ke bagian konseling di sekolah," tandas Mustari.

Korban Sudah Memaafkan dan Kembali Bertugas

Mustari memastikan dua satpam yang menjadi korban kini telah kembali menjalankan tugas seperti biasa. Keduanya juga menyatakan siap berdamai dan telah memaafkan para siswa yang terlibat. "Alhamdulillah teman-teman satpam sudah bertugas kembali, saya sudah panggil ke sini mereka siap berdamai dan memaafkan para pelaku," pungkasnya.

Meski korban telah memaafkan, kasus penganiayaan ini sempat ditangani oleh Polres Polman. Namun hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai proses hukum terhadap delapan siswa tersebut. Pihak sekolah memilih menyelesaikan persoalan secara internal melalui jalur pendidikan dan pembinaan.

Reporter: Saiful
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top