MAMUJU TENGAH — Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kabupaten Mamuju Tengah berlangsung berbeda tahun ini. Seluruh rangkaian kegiatan digelar secara virtual dari Aula Kantor Bupati, dihadiri jajaran ASN, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya.
Tema yang diusung adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras dalam sambutannya menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional yang lahir sejak Boedi Oetomo pada 1908 harus mampu beradaptasi dengan zaman, khususnya di era digital saat ini.
Bupati Arsal menyoroti pentingnya menjaga generasi muda sebagai aset utama bangsa menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat. Menurutnya, literasi digital menjadi kunci agar tunas bangsa tidak terseret dampak negatif perkembangan teknologi.
“Semangat kebangkitan nasional saat ini harus mampu menyesuaikan tantangan zaman, terutama dalam menghadapi era transformasi digital dan kedaulatan informasi,” ujar Arsal dalam keterangan yang diterima redaksi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Arsal juga memaparkan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Beberapa di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, pemerataan akses pendidikan, serta layanan Cek Kesehatan Gratis.
Selain itu, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disebut sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian desa. Pemerintah pusat juga mendorong perlindungan generasi muda di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau yang dikenal dengan PP TUNAS.
Melalui peringatan Harkitnas 2026, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan meningkatkan literasi digital. Semangat persatuan dinilai menjadi modal utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat di daerah.