MAJENE — Ratusan lulusan baru kini resmi menyandang gelar dari Unsulbar. Mereka berasal dari tujuh fakultas, dengan rincian 71 orang dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan, 46 orang dari Fakultas Ilmu Kesehatan, 95 orang dari Fakultas Ekonomi, 94 orang dari Fakultas Teknik, 23 orang dari Fakultas MIPA, 42 orang dari Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Hukum, serta 29 orang dari Fakultas Peternakan dan Perikanan.
Rata-rata masa studi lulusan periode ini tercatat 4 tahun 8 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,69. Angka ini menjadi salah satu indikator capaian akademik yang dibanggakan kampus yang berlokasi di Kabupaten Majene tersebut.
Dalam pidatonya, Prof. Muhammad Abdy mengingatkan bahwa wisuda adalah simbol perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Ia menegaskan, gelar yang disandang para alumni adalah amanah moral dan tanggung jawab sosial.
“Wisuda hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju kehidupan yang sesungguhnya. Gelar akademik yang saudara sandang adalah amanah moral dan tanggung jawab sosial,” ujar rektor di hadapan para wisudawan, dosen, dan keluarga.
Prof. Muhammad Abdy secara khusus menyoroti tantangan dunia kerja yang berubah cepat akibat pesatnya kemajuan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik atau IPK semata.
“Kemampuan beradaptasi, kejujuran, kerja keras, komunikasi, serta karakter yang baik menjadi kunci,” tegasnya. Ia mendorong para lulusan untuk terus belajar dan tidak berhenti mengembangkan diri di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan yang dinilai memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan para mahasiswa. “Hari ini bukan hanya kebahagiaan bagi para wisudawan, tetapi juga kemenangan bagi orang tua dan keluarga yang selama ini telah berjuang, berdoa, dan berkorban,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Unsulbar memaparkan sejumlah capaian sepanjang Tahun Akademik 2025/2026. Mulai dari peningkatan mutu dan akreditasi program studi, keberhasilan dosen memperoleh hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari kementerian, hingga prestasi mahasiswa di tingkat regional dan nasional.
Menutup sambutannya, Prof. Muhammad Abdy berpesan agar para alumni tetap menjaga nama baik almamater dan terus memberi manfaat bagi masyarakat. “Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari jabatan dan penghasilan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain,” pungkasnya.