Jaecoo J5 Kokoh di Puncak, BYD M6 Melesat: Peta Kekuatan Mobil Listrik di Indonesia April 2026

Penulis: Yasir  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 11:35:36 WIB
Jaecoo J5 mempertahankan posisi teratas sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia April 2026.

SULAWESI BARAT — Pasar otomotif nasional perlahan menggeliat pasca-Lebaran. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi wholesales April 2026 mencapai 80.776 unit, naik 31,8 persen dibanding Maret. Dari angka itu, 14.815 unit di antaranya adalah mobil listrik—sebuah rekor baru yang membuat segmen ini menguasai hampir seperlima pasar.

Kuda Hitam dari China yang Tak Tergoyahkan

Jaecoo J5 belum tergeser dari posisi teratas. SUV listrik garapan Chery ini mendistribusikan 3.179 unit pada April, mempertahankan statusnya sebagai mobil listrik terlaris di Tanah Air. Konsistensi ini menunjukkan bahwa strategi harga dan fitur Jaecoo masih ampuh membidik kelas menengah perkotaan.

Di bawahnya, BYD M6 menunjukkan performa yang sulit diabaikan. MPV listrik tujuh penumpang itu mencatat distribusi 2.472 unit—melonjak nyaris lima kali lipat dari 523 unit pada Maret. Kenaikan ini sekaligus menandai pergeseran selera: konsumen mulai melirik mobil listrik untuk kebutuhan keluarga besar, bukan sekadar kendaraan harian pribadi.

Denza D9 dan Geely EX2, Pesaing Baru yang Mulai Mengancam

Denza D9, MPV premium yang juga bagian dari ekosistem BYD, ikut meroket. Model ini menembus 1.032 unit pada April, naik signifikan dari bulan sebelumnya. Sementara itu, Geely EX2—mobil listrik ringkas—berhasil mendistribusikan 1.042 unit dan masuk jajaran empat besar. Dengan banderol yang lebih terjangkau, EX2 menjadi alternatif bagi pembeli yang ingin beralih ke listrik tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

BYD Sealion 07 juga patut diperhitungkan. SUV berukuran medium ini mencatat 1.617 unit, menempatkannya di posisi ketiga. Namun, tidak semua model BYD bernasib baik. BYD Atto 1 yang sempat mendominasi pasar justru ambrol drastis ke angka 108 unit—sebuah sinyal bahwa konsumen mulai jenuh atau beralih ke model yang lebih baru.

Apa yang Terjadi pada BYD Atto 1?

Penurunan Atto 1 menjadi anomali di tengah kenaikan model BYD lainnya. Dari 108 unit yang terdistribusi, jelas ada pergeseran minat ke Sealion 07 dan M6. Kemungkinan besar, pembeli memilih varian yang lebih segar atau lebih sesuai dengan kebutuhan—M6 untuk keluarga, Sealion 07 untuk gaya hidup. Atto 1, yang dulu menjadi andalan, kini seperti kehilangan momentum di hadapan pesaing sekelas Jaecoo J5 dan Geely EX2.

Kumulatif Januari–April: Tumbuh 89,4 Persen

Secara akumulasi, distribusi mobil listrik sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 47.781 unit. Angka ini melonjak 89,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 25.231 unit. Pertumbuhan hampir dua kali lipat ini menunjukkan bahwa insentif pemerintah, ekspansi jaringan pengisian daya, dan agresivitas pabrikan China mulai membuahkan hasil nyata di lapangan.

Data Gaikindo April 2026 tidak hanya menunjukkan angka, tetapi juga arah: pasar mobil listrik Indonesia sedang dalam fase konsolidasi. Pemain lama harus waspada, karena peta kekuatan berubah cepat—dan Jaecoo J5 masih menjadi tolok ukur yang harus dikejar.

Reporter: Yasir
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top