MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menerima kunjungan pengurus Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat Indonesia di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026). Pertemuan itu membahas peran strategis para akademisi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kajian ilmiah.
Ketua forum, Profesor Muhammad Amri, Ph.D, menyampaikan bahwa organisasi ini saat ini menaungi sekitar 70 profesor asal Sulawesi Barat yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Mereka berkomitmen memberikan pemikiran strategis terkait berbagai isu sumber daya yang berkembang di daerah.
"Kami telah berkomitmen kepada Bapak Gubernur untuk membantu memberikan pemikiran strategis terkait berbagai isu sumber daya yang berkembang di Sulbar, termasuk mempersiapkan naskah akademik yang bisa menjadi salah satu instrumen dasar dalam pengambilan kebijakan," ujar Prof Amri.
Salah satu fokus utama forum adalah menyusun naskah akademik yang akan menjadi landasan ilmiah bagi kebijakan pemda. Dengan begitu, program pembangunan diharapkan lebih terarah dan tepat sasaran, bukan sekadar berdasarkan intuisi politik semata.
Gubernur Suhardi Duka merespons positif inisiatif tersebut. Ia berharap organisasi ini bisa membantu pemerintah daerah, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga hingga ke kabupaten.
Sebelum bertemu gubernur, forum profesor telah melakukan roadshow ke Polewali Mandar dan Majene. Selanjutnya, mereka dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Mamuju, Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamasa.
Melalui komunikasi langsung dengan para bupati, forum akan menggali berbagai persoalan strategis yang membutuhkan kajian akademis. "Kami akan mengusulkan berbagai kebutuhan daerah. Karena itu kami akan melakukan brainstorming dengan para bupati terkait hal-hal krusial yang membutuhkan pemikiran akademis," jelas Prof Amri.
Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat, forum profesor berencana menggelar silaturahmi nasional pada Agustus 2026. Acara itu diharapkan menjadi ajang konsolidasi pemikiran para akademisi asal Sulbar yang tersebar di seluruh Indonesia.
Keberadaan forum ini membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan para profesor. Tujuannya jelas: memaksimalkan peran akademisi dalam mendukung pembangunan Sulawesi Barat ke depan.