SULAWESI BARAT — Erick Thohir secara khusus menyampaikan penghargaan tersebut di hadapan para pelaku industri modifikasi tanah air. Ia menilai kreativitas dan keterampilan yang ditunjukkan oleh modifikator Indonesia tidak kalah dengan negara lain, bahkan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi jika dikelola dengan serius.
Potensi Ekonomi dari Kreativitas Modifikasi Motor dan Mobil
Pernyataan Menpora ini bukan sekadar seremoni. Di balik hobi mengotak-atik kendaraan, ada rantai ekonomi yang panjang: dari bengkel kecil, penyedia suku cadang aftermarket, jasa cat dan airbrush, hingga event kontes modifikasi yang menarik pengunjung.
Erick Thohir melihat ekosistem ini bisa menjadi lapangan kerja baru bagi generasi muda yang tidak terserap di sektor formal. “Apresiasi tertinggi untuk seluruh modifikator,” ujarnya, menekankan bahwa industri ini layak mendapat dukungan lebih dari pemerintah.
Mengapa Pemerintah Melirik Sektor Ini Sekarang?
Dorongan terhadap industri modifikasi sejalan dengan program prioritas pemerintah yang tengah fokus pada pengembangan ekonomi kreatif. Sektor otomotif, terutama modifikasi, dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect) yang tinggi karena melibatkan banyak sub-sektor pendukung.
Selain itu, basis penggemar modifikasi di Indonesia sangat besar. Mulai dari komunitas motor matik, mobil klasik, hingga modifikasi ekstrem, semuanya memiliki pasar dan penggemar masing-masing. Sayangnya, selama ini kontribusi ekonominya belum terdata secara resmi dalam statistik nasional.
Dukungan Konkret yang Diharapkan Pelaku Industri
Para pelaku industri berharap apresiasi dari Menpora tidak berhenti pada kata-kata saja. Mereka mendorong adanya regulasi yang memudahkan perizinan bengkel modifikasi, standarisasi komponen aftermarket, serta penyelenggaraan event legal yang bisa menjadi ajang promosi sekaligus transaksi bisnis.
Jika terealisasi, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi pusat modifikasi di Asia Tenggara. Dengan jumlah penduduk muda yang besar dan kecintaan terhadap otomotif yang tinggi, potensi ini terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.