SULAWESI BARAT — Éanna Hardwicke memerankan Beau dalam "Ancestors", drama queer karya sutradara Irlandia David Turpin yang tayang perdana di Toronto Film Festival dan meraih hadiah kritikus FIPRESCI. Film ini mengangkat kisah komunitas queer London era 1988 saat wabah AIDS merenggut banyak korban. Turpin menyebut karya perdananya itu sebagai elegi bagi generasi yang hilang.
David Turpin menulis dan menyutradarai "Ancestors" sebagai debut panjangnya, mengangkat latar London pada 1988 ketika wabah AIDS menghantam komunitas queer di kota itu. Turpin memilih pendekatan yang jauh dari kronik kelam, membangun narasi lewat hubungan personal antar tokohnya.
Penonton diajak masuk melalui sosok Beau, pemuda Irlandia dua puluhan yang meninggalkan negaranya karena identitasnya dilarang secara hukum. Di London, ia bekerja di sebuah kafe sederhana milik Maurice dan perlahan membangun hidup baru di antara sesama pendatang.
Beau diperankan Éanna Hardwicke, aktor Irlandia yang tahun lalu tampil sebagai Roy Keane dalam biopik "Saipan". Karakternya digambarkan pendiam, macho, tapi menyimpan kerapuhan yang nyaris selalu muncul ke permukaan.
Maurice, pemilik kafe yang diperankan Rupert Everett, memosisikan diri sebagai "tante" yang merawat para pendatang muda di komunitasnya. Dari lingkaran itu muncul Tiny, hustler muda yang diperankan Jack Wolfe, aktor yang dikenal lewat serial "Shadow and Bone" di Netflix.
Hubungan Beau dan Tiny tidak berjalan ke arah romansa. Yang tumbuh justru kasih sayang yang lebih dalam dan empatik. Ketika Tiny di