MAMUJU — Nasaruddin mengaku terakhir mengunjungi Sulawesi Barat sekitar sepuluh tahun lalu. Perbandingan itulah yang membuatnya menyoroti pesatnya pembangunan di daerah tersebut, termasuk di ibu kota provinsi.
Acara Maulid di Ballroom Andi Depu lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar itu juga dihadiri para pejuang pembentukan Provinsi Sulbar, Forkopimda Sulbar, pimpinan DPRD Sulbar, sejumlah bupati, serta rombongan Kementerian Agama RI.
Nasaruddin hadir langsung untuk membawakan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di hadapan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Nasaruddin membandingkan kondisi Sulbar saat kunjungan lamanya dengan yang ia lihat sekarang. Ia menilai pembangunan yang berjalan di Mamuju dan sejumlah wilayah lain menjadi bukti kemajuan daerah.
"Banyak sekali perubahan saat ini Alhamdulillah banyak pembangunan sudah dilakukan di Sulbar termasuk di Mamuju, Ini juga berkat kinerja Gubernur Sulbar, luar biasa," ucap Nasaruddin.
Pujian itu ia arahkan langsung kepada Gubernur Suhardi Duka yang hadir dalam acara tersebut.
Selain menyoroti pembangunan, Nasaruddin mengajak masyarakat Sulbar menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah. Ia menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh inspiratif bagi umat Islam.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Saya kira tidak ada manusia di muka bumi sama dengan beliau. Bapak biologis kita itu Nabi Adam, tapi bapak roh atau spiritual kita adalah Nabi Muhammad SAW," tuturnya.
Nasaruddin berharap generasi muda dan seluruh elemen masyarakat Sulbar menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi dalam membangun peradaban. Momentum Maulid, katanya, juga menjadi kesempatan mengembangkan potensi diri dan kehidupan bermasyarakat.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Sulbar. Pemerintah, kata dia, terus berupaya membangun daerah melalui perencanaan, pelaksanaan, hingga koordinasi berbagai program.
Meski begitu, Suhardi menegaskan seluruh ikhtiar tersebut tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.
"Tentunya kita berusaha membangun daerah ini, kita merencanakan, kita melaksanakan, mengkoordinasikan dan apapun dilakukan semua adalah ditentukan oleh Allah SWT," kata Suhardi.
Ia menilai doa menjadi bagian penting dalam setiap ikhtiar pembangunan. Karena itu, peringatan Maulid diharapkan menjadi momentum memanjatkan doa bagi kemajuan Sulbar.
"Kita juga berharap doa yang dipimpin oleh Prof Dr Nasaruddin Umar, MA, semoga Sulbar bisa seperti daerah lain bahkan melampaui provinsi lain, bisa mencapai kemajuan dan bisa mencapai kesejahteraan kepada seluruh masyarakat Sulbar," harapnya.
Suhardi menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri Agama RI di Sulbar sekaligus memberikan hikmah dalam peringatan Maulid. Ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga memperkuat semangat bersama membangun Sulbar agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.